Pembalap berusia 41 tahun itu menyebut memahami sistem baru ini terasa seperti harus menempuh pendidikan formal kembali.
"Tidak akan ada penggemar yang memahaminya. Ini sangat rumit, luar biasa rumit. Saya duduk di sebuah rapat tempo hari dan mereka menjelaskan semuanya... rasanya Anda butuh gelar sarjana untuk bisa benar-benar mengerti," imbuh Hamilton.
Meskipun Hamilton mengakui pengoperasian sistem tersebut saat mengemudi relatif lugas, ia tetap skeptis terhadap bagaimana algoritma mobil akan bereaksi jika pembalap melakukan kesalahan kecil di lintasan, seperti terkunci ban yang bisa mengacaukan perhitungan sistem otomatis tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)