ASTANA – Sabina Altynbekova, atlet voli yang sempat viral karena paras menawannya, telah membuka tabir masa lalunya yang jauh dari kesan mewah. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, pevoli berusia 29 tahun ini mengungkapkan bahwa masa mudanya tidak diisi dengan pesta atau hura-hura, melainkan kerja keras dan keterbatasan di asrama atlet.
Saat rekan-rekan seusianya menikmati waktu luang untuk bersosialisasi, Sabina justru memilih menepi. Ia mengaku bahwa prioritasnya saat itu sangat sederhana, yakni ia bisa makan enak dan beristirahat di kamar asrama sudah lebih dari cukup.
Di balik popularitasnya, Sabina menyimpan cerita tentang kemandirian yang ekstrem. Ia menceritakan bagaimana dirinya harus mencuci semua pakaian dengan tangan karena tidak adanya mesin cuci di asrama tempatnya tinggal.
Di saat teman-teman sekamarnya pulang ke rumah kerabat untuk mencari kenyamanan, Sabina memilih bertahan dan menciptakan kenyamanannya sendiri tanpa mengeluh.
“Sementara teman-teman sebayaku berjalan-jalan dan bersenang-senang, saya bekerja keras. Apakah saya juga ingin bersenang-senang? Tidak. Cukup bagi saya untuk makan makanan enak dan menonton film di asrama,” ungkap Sabina di instagram pribadinya, dikutip dari media Kazakhstan, Sport.orda, Kamis (12/2/2026).
Bahkan untuk urusan hiburan, ia harus memutar otak karena tidak memiliki perangkat pribadi. Sabina mengaku sering meminjam laptop milik temannya hanya untuk menonton film yang sudah diunduh secara berulang-ulang, mengingat akses internet untuk streaming belum tersedia secara bebas kala itu.
Di sela waktu luangnya, Sabina juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku psikologi.
Gaya hidup Sabina mulai mengalami perubahan signifikan saat ia menginjak usia 24 tahun, tepatnya ketika ia menikah dengan seorang pengusaha bernama Sayat Salmanuly. Melalui pernikahan tersebut, Sabina mulai mengenal sisi lain dari kota Almaty, termasuk mengunjungi tempat-tempat kuliner yang indah. Namun, meski telah mengenal kemewahan, ia menegaskan tetap memegang prinsip hidupnya.
"Ketika saya menikah, saya diperlihatkan restoran-restoran mewah di Almaty, saya tidak pernah pergi ke klub malam sampai hari ini, dan saya tidak melihat ada gunanya. Itu adalah pilihan sadar saya, untuk menghabiskan waktu saya dengan bermanfaat, dan berkat pilihan saya, saya sekarang berada di tempat saya sekarang," jelas Sabina.
Hingga saat ini, Sabina mengaku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kelab malam karena merasa hal tersebut tidak bermanfaat. Sayangnya, perjalanan rumah tangganya dengan Sayat berakhir dengan perceraian pada tahun 2025 lalu.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak. Kini, Sabina memilih fokus melanjutkan hidupnya dengan tetap membawa nilai-nilai disiplin yang ia pelajari sejak masa sulit di asrama.
(Rivan Nasri Rachman)