JAKARTA – Pebulu tangkis Indonesia, Apriyani Rahayu, menyambut dengan antusias tantangan baru untuk kembali bersaing di sektor ganda campuran. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 ini dijadwalkan melakoni debut bersama pemain muda Taufik Aderya, sebuah keputusan yang didasar oleh keinginan pribadi untuk kembali menjajal kategori tersebut di ajang Ruichang China Masters 2026.
Apriyani akan bermain rangkap pada sektor ganda putri dan campuran di ajang China Masters pada 10-15 Maret 2026. Peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 itu bertandem dengan Lanny Tria Mayasari di ganda putri, dan bersama Taufik di ganda campuran.
Khusus di sektor ganda campuran, Taufik/Apriyani harus bekerja lebih ekstra. Pasalnya, racikan baru Pelatnas Cipayung itu akan memulai turnamen level Super 100 itu dari bawah alias babak kualifikasi.
Apriyani mengungkapkan kalau dirinya bermain di nomor ganda campuran memang karena arahan pelatih. Tapi di satu sisi, pemain berusia 27 tahun itu juga mengaku tertarik untuk mencoba terjun ke sektor tersebut.
“Ya memang dari pelatih juga buat ngasih kita kesempatan. Jadi, memang semua dari pelatih yang ngasih, suruh main, ya udah. Gitu aja sih. Jadi kayak, ‘Oh ya udah, kita coba main juga’,” kata Apriyani saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Kamis (12/2/2026).
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Apriyani bermain di sektor ganda campuran. Pemain kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara tersebut pernah berpasangan dengan Panji Akbar Sudrajat, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima, Rinov Rivaldy, dan Fachryza Abimanyu pada periode 2014-2016.
Apriyani pun tidak merasa aneh ketika menjalani latihan perdananya bersama Taufik. Namun, dia mengakui masih perlu penyesuaian karena pola permainannya masih terlalu ganda putri.
“Kalau aneh sih enggak. Memang rotasi polanya memang masih, saya nya kan masih double (ganda putri) banget. Jadi emang masih menyesuaikan banget aja sih. Kalau ya sekiranya, ya tidak terlalu susahlah buat aku coba menyesuaikan,” terang Apriyani.
Lebih lanjut, Apriyani sama sekali tak masalah harus menjajal kembali sektor ganda campuran dan memulainya dari level bawah di usianya yang kini menginjak 27 tahun. Dia memilih untuk menikmati setiap kesempatan yang datang dan memaksimalkan kepercayaan yang diberikan dari pelatih.
“Enggak ada sih. Saya cukup mau menikmati aja. Dan tidak mau berpatokan dengan umur saya sih. Maksudnya selagi saya bisa, ya kenapa enggak? Selagi saya dikasih kepercayaan, ya kenapa enggak? Jadi ya udah, so happy,” pungkas Apriyani.
(Rivan Nasri Rachman)