Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Perjuangan Pevoli Supercantik Sabina Altynbekova: Dari Hidup Susah di Asrama hingga Jadi Bintang Voli Dunia

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 12 Februari 2026 |04:01 WIB
Kisah Perjuangan Pevoli Supercantik Sabina Altynbekova: Dari Hidup Susah di Asrama hingga Jadi Bintang Voli Dunia
Pevoli asal Kazakhstan, Sabina Altynbekova. (Foto: Instagram/altynbekova_20)
A
A
A

ASTANA Sabina Altynbekova, atlet voli yang sempat viral karena paras menawannya, telah membuka tabir masa lalunya yang jauh dari kesan mewah. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, pevoli berusia 29 tahun ini mengungkapkan bahwa masa mudanya tidak diisi dengan pesta atau hura-hura, melainkan kerja keras dan keterbatasan di asrama atlet.

Saat rekan-rekan seusianya menikmati waktu luang untuk bersosialisasi, Sabina justru memilih menepi. Ia mengaku bahwa prioritasnya saat itu sangat sederhana, yakni ia bisa makan enak dan beristirahat di kamar asrama sudah lebih dari cukup.

1. Hidup Mandiri Tanpa Fasilitas Mewah

Di balik popularitasnya, Sabina menyimpan cerita tentang kemandirian yang ekstrem. Ia menceritakan bagaimana dirinya harus mencuci semua pakaian dengan tangan karena tidak adanya mesin cuci di asrama tempatnya tinggal.

Di saat teman-teman sekamarnya pulang ke rumah kerabat untuk mencari kenyamanan, Sabina memilih bertahan dan menciptakan kenyamanannya sendiri tanpa mengeluh.

Sabina Altynbekova resmi gabung Astana di musim 2025-2026. (Foto: Instagram/altynbekova_20)
Sabina Altynbekova resmi gabung Astana di musim 2025-2026. (Foto: Instagram/altynbekova_20)

“Sementara teman-teman sebayaku berjalan-jalan dan bersenang-senang, saya bekerja keras. Apakah saya juga ingin bersenang-senang? Tidak. Cukup bagi saya untuk makan makanan enak dan menonton film di asrama,” ungkap Sabina di instagram pribadinya, dikutip dari media Kazakhstan, Sport.orda, Kamis (12/2/2026).

Bahkan untuk urusan hiburan, ia harus memutar otak karena tidak memiliki perangkat pribadi. Sabina mengaku sering meminjam laptop milik temannya hanya untuk menonton film yang sudah diunduh secara berulang-ulang, mengingat akses internet untuk streaming belum tersedia secara bebas kala itu.

Di sela waktu luangnya, Sabina juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku psikologi.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement