Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Fabio Quartararo Diisukan Pindah Ke Honda padahal Punya Gaji Fantastis di Yamaha

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |15:59 WIB
Penyebab Fabio Quartararo Diisukan Pindah Ke Honda padahal Punya Gaji Fantastis di Yamaha
Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (Foto: Instagram/fabioquartararo20)
A
A
A

MILAN – Pencinta balap MotoGP tengah heboh soal isu panas mengenai masa depan sang pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. Pembalap asal Prancis yang menjadi ikon Yamaha ini dikabarkan tengah menjadi bidikan utama Honda HRC Castrol untuk musim 2027.

Kabar ini terbilang mengejutkan mengingat loyalitas panjang Quartararo bersama pabrikan berlogo garpu tala tersebut sejak debutnya di kelas utama pada 2019. Tampaknya, uang bukan lagi menjadi motif utama bagi juara dunia 2021 tersebut.

Padahal Quartararo statusnya saat ini adalah salah satu pembalap dengan bayaran tertinggi di grid. Namun, bayaran sebesar 12 Juta Euro atau setara Rp235 Miliar per musim dari Yamaha nyatanya tak membuat rider berjuluk El Diablo itu bertahan.

1. Penyebab Ingin Pergi

Isu kepindahan ini berembus bukan tanpa alasan. Manajer sekaligus sahabat dekat Quartararo, Thomas Maubant, secara terang-terangan mengonfirmasi kliennya sedang mempertimbangkan banyak opsi untuk masa depan kariernya.

Maubant mengakui bahwa sejumlah negosiasi sudah berjalan, dan Honda menjadi salah satu kandidat serius yang menggoda pembalap berusia 26 tahun itu.

“Yang bisa saya konfirmasi sekarang adalah sejumlah negosiasi sedang berlangsung, Honda termasuk di antaranya,” ungkap Maubant, dikutip dari Motosan, Selasa (3/2/2026).

Fabio Quartararo
Fabio Quartararo

Meski begitu, Maubant menekankan hingga saat ini belum ada hitam di atas putih yang ditandatangani.

Bagi Quartararo, kesabaran terhadap proyek Yamaha seolah sudah mencapai batas akhir. Sejak performa motor YZR-M1 menurun drastis pada 2023, ia berulang kali melontarkan ultimatum.

 

Meski telah menyumbang 11 kemenangan dan 32 podium, Quartararo menegaskan dirinya lebih membutuhkan bukti nyata berupa progres teknis motor ketimbang besaran angka dalam kontrak baru.

2. Yamaha di Ujung Tanduk

Jika kesepakatan dengan Honda benar-benar terwujud pada 2027 dengan durasi kontrak dua musim, hal ini akan menjadi pukulan telak bagi Yamaha. Pabrikan Jepang tersebut terancam kehilangan sosok yang selama ini menjadi pusat pengembangan dan ikon global mereka pasca-era Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Fabio Quartararo dan Alex Rins
Fabio Quartararo dan Alex Rins

Kekecewaan Quartararo yang tak kunjung terobati oleh janji-janji perbaikan performa motor menjadi celah besar bagi Honda untuk masuk. Honda, yang juga tengah berjuang bangkit dari keterpurukan, melihat Quartararo sebagai kepingan puzzle yang tepat untuk membangun kembali kejayaan mereka di masa depan.

Kini, bola panas berada di tangan Yamaha. Jika mereka tidak mampu memberikan motor yang kompetitif sebelum kontrak sang bintang berakhir pada 2026, gaji fantastis ratusan miliar rupiah pun tampaknya tidak akan cukup untuk menahan El Diablo agar tidak menyeberang ke pangkuan rival bebuyutan mereka.

(Rivan Nasri Rachman)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement