“Sebenarnya kalau untuk psywar, itu kan bisa dibilang tengil lah ya. Kalau tengil itu sebenarnya bukan untuk memancing emosi lawan, tetapi agar kami percaya diri. Kami sudah pernah main tengil, dan yang enggak tengil, itu hasilnya kami sudah tahu hasilnya seperti apa,” terang Joaquin.
“Jadi kami main tengil itu supaya percaya diri kami keluar. Bukan berarti kami memau mancing emosi lawan, enggak. Tapi itu supaya kami jadi semakin percaya diri, supaya bisa mengeluarkan semua yang kami sudah latih-latih setiap hari,” tambah pemain berusia 20 tahun itu.

Raymond/Joaquin menjadi salah satu dari dua wakil Indonesia yang lolos ke partai final Indonesia Masters 2026. Mereka akan menantang ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di partai puncak yang berlangsung MInggu (25/1/2025).
Sementara satu wakil lainnya yang melaju ke partai final adalah Alwi Farhan. Ia akan menghadapi tunggal putra Thailand, Panitchaphon Teeratsakul.
(Wikanto Arungbudoyo)