Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sedih Tong Sin Fu, Aset Bulu Tangkis yang Dibuang Indonesia tapi Bawa China Bersinar

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 22 Januari 2026 |22:01 WIB
Kisah Sedih Tong Sin Fu, Aset Bulu Tangkis yang Dibuang Indonesia tapi Bawa China Bersinar
Simak kisah sedih Tong Sin Fu, aset bulu tangkis yang dibuang Indonesia tapi bawa China bersinar (Foto: PB Djarum)
A
A
A

KISAH sedih Tong Sin Fu menarik untuk diulas. Sebab, aset bulu tangkis ini dibuang Indonesia tapi bisa membawa China bersinar!

Dunia bulu tangkis mengenal sosok Tong Sin Fu sebagai pelatih jempolan di tunggal putra. Nama-nama pemain kelas dunia lahir dari tangan dinginnya seperti Lin Dan.

1. Pemain Berbakat

Lin Dan

Tentu, sebelum terjun sebagai pelatih, Tong adalah pemain bulu tangkis. Sosok yang lahir di Teluk Betung, Lampung, pada 13 Maret 1942 itu sempat jadi pemain muda terbaik Indonesia di era 1950-an.

Namun, Tong yang memilih nama Indonesia Fuad Nurhadi, tidak melanjutkan kariernya di Tanah Air. Ia hengkang ke China dan mencoba peruntungan di sana sebagai pemain profesional sembari menempuh studi lebih lanjut.

Bakat gemilangnya membuat Tong dengan mudah meraih prestasi di China. Namanya mulai jadi sorotan media. Sayangnya, ia harus kembali ke Indonesia pada 1986 karena kebijakan Pemerintah Tiongkok.

Setiba di tanah kelahiran, Tong mendapat tawaran melatih di sejumlah klub seperti Pelita Jaya. Sampai akhirnya, ia dilirik untuk memoles di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.

Tangan dingin Tong melahirkan Icuk Sugiarto, Ardy Wiranata, Hariyanto Arbi, dan Alan Budikusuma. Polesannya membantu nama yang disebut terakhir, menyabet medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Selain itu, Tong juga turut melatih ganda putri Indonesia. Ia sukses membawa Merah Putih meraih gelar juara Piala Uber dua kali pada 1994 dan 1996.

 

2. Permohonan Jadi WNI Ditolak

tong sin fu foto pb djarum

Beragam prestasi itu tak lantas membuat Tong mendapat keistimewaan. Ia harus berjuang mendapatkan kewarganegaraan Indonesia (WNI) untuk dirinya sendiri, istri, dan anak-anaknya.

Permohonan itu ditolak Pemerintah RI pada 1998. Tong akhirnya kembali ke China. Ia ditunjuk jadi pelatih di sana dan memoles nama-nama tenar seperti Lin Dan hingga Cai Yun.

Di bawah bimbingannya, Lin Dan menjelma sebagai monster tunggal putra! Sementara itu, tunggal putra Indonesia justru mengalami penurunan. Kehilangan besar buat Tanah Air.

Itulah kisah sedih Tong Sin Fu, aset bulu tangkis yang dibuang Indonesia tapi bawa China bersinar. Namanya kini justru harum di Negeri Tirai Bambu.

(Wikanto Arungbudoyo)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement