JAKARTA – Alwi Farhan kini dianggap sebagai tulang punggung tunggal putra Pelatnas PBSI termasuk di Indonesia Masters 2026 Super 500. Soal itu, ia memberikan respons berkelas.
Alwi saat ini tunggal putra dengan ranking tertinggi di Pelatnas PBSI. Pebulu tangkis berusia 20 tahun itu duduk di posisi 18 ranking dunia secara hitungan BWF.

Posisi itu paling tinggi dibanding tunggal putra Pelatnas PBSI lainnya. Anthony Sinisuka Ginting yang sempat absen dari berbagai turnamen, duduk di posisi 76 dunia.
Sementara, tunggal putra Indonesia dengan ranking tertinggi yakni Jonatan Christie (ranking 4) diketahui sudah keluar dari Pelatnas. Hal ini membuat Alwi dianggap sebagai tumpuan tunggal putra Cipayung.
Alwi mengatakan, bukan hanya ranking yang menjadi tolok ukur seorang pemain. Menurutnya, ia hanya unggul karena rekan-rekannya di Pelatnas PBSI sempat absen dari berbagai turnamen.
"Ya sebenarnya sama saja, enggak bisa dipatok dari ranking saja. Yang kita tahu Ginting juga baru sembuh dari cedera. Ubed (Zaki Ubaidillah) baru merasakan atmosfer turnamen senior beberapa turnamen terakhir," kata Alwi kepada awak media, termasuk Okezone di Istora Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (22/1/2026).
"Ya pastinya, mungkin itu (anggapan tulang punggung tunggal putra Pelatnas PBSI) persepsi orang saja, tapi saya enggak mau terlalu memikirkan ke situ," sambung Alwi.

Meski begitu, Alwi mengatakan anggapan ini tidak menjadi beban untuknya. Ia ingin selalu mengerahkan kemampuan terbaik di berbagai turnamen.
"Karena ya pastinya ada tantangan tersendiri bagi saya, dan ya saya enggak boleh berpikir secara negatif, harus positif,” ungkap Alwi.
“Jadi ya semoga saya selalu kuat, saya selalu berjuang, dan saya selalu semangat untuk menghadapi semua tantangan dan cobaan yang Tuhan berikan kepada saya," tandasnya.
Saat ini, Alwi tengah berkompetisi di Indonesia Masters 2026. Ia sukses melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan wakil India, Ayush Shetty, dengan skor 21-8 dan 21-13.
(Wikanto Arungbudoyo)