Kini, kehidupan atlet yang akrab disapa Pram ini telah berubah total. Pada akhir 2023, ia mengambil keputusan besar untuk mundur dari pelatnas PBSI. Alasan utamanya saat itu adalah prioritas pendidikan, di mana ia memilih untuk melanjutkan studi di Australia.
Namun, kecintaan pada bulu tangkis tak bisa hilang begitu saja dari nadinya. Di Negeri Kanguru, Pramudya memulai transisi karier yang menarik. Ia tidak hanya fokus pada bangku kuliah, tetapi juga aktif menjadi pelatih di klub bulu tangkis setempat.
Seiring berjalannya waktu, Pramudya akhirnya kembali ke lapangan sebagai pemain kompetitif, namun kali ini di bawah bendera Australia. Ia kini aktif mewakili negara barunya tersebut di sektor ganda putra dan ganda campuran, membuktikan bahwa meski identitas negaranya telah berganti, semangat juangnya di lapangan tetap sama.
(Rivan Nasri Rachman)