Memasuki set keempat, Medan Falcons mencoba melakukan perubahan dengan mengistirahatkan pemain asingnya. Anak asuh Ariyanto Joko Sutrisno sempat memimpin jalannya pertandingan lewat kontribusi Fahri Septian dan Luvi Febrian.
Meski begitu, konsistensi Garuda Jaya menjadi pembeda. Pertahanan kokoh di area tengah membuat Falcons kesulitan menembus blok lawan.
Jakarta Garuda Jaya perlahan membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan lewat skor 25-23 di set keempat. Hasil ini memastikan tiga poin pertama bagi Garuda Jaya di Proliga 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Jakarta Garuda Jaya. Sejak pertama kali ambil bagian di Proliga pada 2024, tim ini belum pernah mencicipi kemenangan. Kini, sejarah baru pun tercipta, menjadi bukti bahwa regenerasi dan keberanian memberi kepercayaan pada pemain muda mampu menghadirkan hasil manis.
(Rivan Nasri Rachman)