“Jangan media juga memperkeruh, karena ini di pelatnas dan di luar pelatnas. Ya sudah silakan, itu kan pilihan mereka masing-masing, itu saja. Jadi media (mestinya) bantu memasyarakat, apalagi yang enggak paham bulu tangkis, malah mereka fetakompli,” sambung pria asal Jawa Barat itu.

Taufik menegaskan, semua atlet yang bermain membawa nama Indonesia tak perlu dibeda-bedakan. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu mengatakan, yang terpenting adalah nama Indonesia di balik keberhasilan setiap atlet itu.
“Nanti kasihan buat anak-anaknya juga, kasihan juga buat yang di pelatnas, ada yang di luar juga, kan yang kelihatan dua saja. Yang di luar memang banyak kelihatan? Kan enggak juga,” tegas Taufik.
“Yang di pelatnas, yang diberitakan yang senior saja. Yang junior hasil bagus diberitakan enggak? Enggak juga kan? Jadi jangan di-fetakompli. Jadi sama saja, buat Indonesia, mau di luar atau di mana, ya buat Indonesia kok itu,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)