Lorenzo mengakui hanya Casey Stoner yang mungkin memiliki kelebihan khusus atau talenta murni yang lebih unik dibandingkan Vinales. Namun, bagi Lorenzo, talenta murni Vinales sejajar, bahkan tidak kalah, dengan nama-nama besar lainnya.
"Dia tidak perlu iri pada Valentino Rossi, Dani Pedrosa, atau bahkan Marc Marquez atau saya," sambung Lorenzo.
Pembalap asal Spanyol itu lantas menggunakan logika keberhasilan pembalap lain sebagai motivasi bagi Vinales. Ia berharap kemitraan mereka dapat menyalurkan talenta besar Vinales menjadi konsistensi gelar.
"Saya selalu mengatakan kepadanya, jika pembalap dengan bakat dan kecepatan alami yang lebih sedikit berhasil berjuang untuk kejuaraan dunia, mengapa dia tidak bisa?" pungkas Lorenzo.
Vinales melalui MotoGP 2025 sebagai pembalap baru di KTM Tech3. Sayangnya di musim perdananya itu, Vinales sama sekali tidak finis di podium dan mengakhiri kompetisi di urutan ke-18.
Selanjutnya di tahun keduanya bersama tim satelit KTM tersebut, Vinales menargetkan hasil yang lebih baik. Ia bahkan merekrut Lorenzo sebagai pelatih balapannya demi bisa bersaing di barisan terdepan lagi.
(Rivan Nasri Rachman)