Namun, Oliveira sangat yakin bahwa dirinya memutuskan hengkang ke Yamaha, yang sedang terpuruk, bukan untuk mempertaruhkan kariernya. Dia tahu betul bahwa keputusan ini akan berdampak apik untuknya.
“Pergi ke Yamaha bukanlah sebuah pertaruhan. Jika itu taruhan, saya pikir saya menang. Dari Yamaha mereka tahu bahwa kami harus mengubah struktur (tim) agar bisa kompetitif,” kata Oliveira, dilansir dari Motosan, Kamis (3/10/2024).

Lebih lanjut, Oliveira optimis tim raksasa seperti Yamaha bakal bisa bangkit lagi dan bersaing di papan atas setelah terakhir kali menyabet gelar juara MotoGP pada 2021 lewat Fabio Quartararo. Dia yakin masa-masa sulit dalam tiga musim terakhir bakal segera berakhir meski masih butuh satu atau dua musim lagi.
"Mungkin butuh waktu satu atau dua tahun lagi, tapi saya yakin mereka (Yamaha) akan berada di puncak lagi, seperti yang sudah biasa mereka lakukan selama bertahun-tahun,” pungkas rider berusia 29 tahun itu.
(Djanti Virantika)