Namun, Quartararo mempunyai pendapat yang berbeda dengan kedua pembalap itu. Pembalap asal Prancis tersebut mengatakan sesi Sprint Race tidak seharusnya dilakukan setiap pekan. Menurutnya, inilah penyebab para pembalap kelelahan dan cedera.
“Tapi tentu saja ini adalah musim yang sulit dengan sprint dan saya rasa tidak perlu melakukan sprint setiap akhir pekan,” kata Quartararo, dikutip dari Speedweek.

“Ini (banyak pembalap cedera) bukan suatu kebetulan. Itu adalah masalah besar. Menurut saya olahraga itu sudah berbahaya. Sebagai seorang pembalap, saya dapat meyakinkan Anda bahwa terkadang Anda lebih lelah saat sprint dibandingkan saat balapan GP. Secara fisik, sepeda motor menjadi semakin menuntut. Saya rasa kita tidak memerlukan sprint di setiap Grand Prix,” tambahnya.
Sementara itu, belum ada sinyal MotoGP akan menghilangkan sesi sprint race, meski menuai pro dan kontra dari para pembalap. Kemungkinan besar, sesi Sprint Race akan tetap diadakan setiap pekan di MotoGP 2024.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.