Juara MotoGP enam kali itu menyangkalnya. Menurutnya, kecepatan motornya berkurang karena menggunakan sayap yang lebih besar setelah tes di Malaysia tersebut. Lambatnya laju kuda besi itu menyebabkan para pembalap kehilangan posisi di trek lurus.
“Saat saya membuat komentar ini di Sepang, kami menggunakan aerodinamika yang sangat kecil. Baru-baru ini kami memiliki sayap yang jauh lebih besar, yang berarti kecepatan tertinggi lebih rendah. Kami pasti membutuhkan lebih banyak tenaga mesin untuk winglet yang lebih besar,” terang Marquez.

“Sebagai seorang pembalap, saya memberikan yang terbaik di lintasan dan hingga akhir saya selalu berusaha memberikan feedback terbaik kepada para insinyur Honda dan mengarahkan mereka ke arah yang benar untuk masa depan,” tambah pria berusia 30 tahun itu.
“Di Qatar, saya jelaskan kepada mereka: Tanpa kecepatan tertinggi Anda tidak bisa melakukan apa pun dalam satu kejuaraan. Karena saya kehilangan posisi di setiap lintasan lurus dalam balapan,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.