PEMBALAP Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengomentari kalender balapan MotoGP 2024. Mendapati ada 22 seri balapan di MotoGP 2024, Quartararo berharap tak ada lagi tambahan seri musim depan karena dinilai sudah berada di batas maksimal.
Dalam dua tahun terakhir, 21 seri balapan dijadwalkan untuk digelar pada musim 2023 dan 2022. Namun, karena ada satu seri balapan pada tiap tahunnya yang batal digelar, alhasil pada dua musim tersebut hanya dilangsungkan 20 seri balapan.

Musim depan, para pembalap dijadwalkan akan melakoni total 22 seri balapan. Hal itu dikarenakan adanya penambahan seri di Kazakhstan dan Aragon pada tahun depan.
"Menurut saya, ini sudah batas maksimal. Masalahnya, kami tidak hanya ikut 22 balapan, tetapi juga ada 22 sprint race. Dari segi mental dan fisik, akhir pekan sangatlah berbeda," jelas Quartararo, dilansir dari Speedweek, Senin (9/10/2023).
Sebagaimana diketahui, pada musim ini, terdapat format baru. Selain balapan utama, para pembalap juga akan menjalani sprint race sehari sebelum balapan utama dan persaingan untuk sesi kualifikasi juga dimajukan pada hari Jumat.
"Bisa dilihat tahun ini, ada berapa pembalap yang mengalami cedera,” tegas Quartararo.

“Sejak Jumat pagi, kami sudah harus tampil maksismal. Tahun lalu, kami bisa menjalani latihan bebas 1 (FP1) dengan lebih santai, kemudian mulai mencari waktu di FP2, dan tancap gas di FP3," lanjutnya.
"Dengan format yang ada saat ini, kami dipaksa untuk langsung tampil maksimal dalam tiap sesi. Menurut saya, itulah masalahnya. Menjalani lebih dari 22 seri balapan hal yang mustahil menurut saya," tutur juara MotoGP 2021 itu.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.