Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Suryo Nurgoho, Sempat Depresi karena Kecelakaan Kini Justru Jadi Atlet Para Bulu Tangkis Andalan Indonesia

Romensy August , Jurnalis-Kamis, 14 September 2023 |17:00 WIB
Kisah Suryo Nurgoho, Sempat Depresi karena Kecelakaan Kini Justru Jadi Atlet Para Bulu Tangkis Andalan Indonesia
Atlet Para Bulu Tangkis Indonesia, Suryo Nugroho. (Foto: Instagram/nugrohosuryo17)
A
A
A

SOLO Suryo Nugroho diketahui terlahir normal, namun karena kecelakaan ia pun harus kehilangan legan kirinya. Kecelakaan itu membuat Suryo depresi hingg berhenti bermain badminton selama tiga tahun, namun ia mampu bangkit dan kini justru menjadi atlet para bulu tangkis andalan Indonesia.

Bahkan di 2023 ini Suryo Nugroho masuk dalam peringkat lima besar dunia BWF di kelas Standing Upper (SU) 5. Lantas bagaimana kisah menarik terkait perjalanan hidup Suryo Nugroho? Okezone akan mencoba menceritakan perjalanan singkatnya.

Lahir pada 17 April 1995, Suryo terlahir normal. Ia mulai berlatih Badminton pada usia 7 tahun di sebuah klub di Surabaya. Berbagai turnamen ia lakoni termasuk turnamen kelas internasional bertajuk Piala Walli Kota Surabaya di mana Suryo mampu meraih medali perak.

Lalu pada 2006 saat usianya 12 tahun, Suryo kecelakaan dan lengan kirinya diamputasi. Sejak saat itu ia berhenti bermain dengan alasan telah kehilangan keseimbangan tubuh untuk mengeluarkan kemapuan terbaiknya.

“Saya tidak bermain lagi, mikirnya kan dari segi keseimbangan dan dari service sudah gak bisa mikirnya gitu adaptasinya emang susah. Merasa down nya di situ,” katanya saat diwawancarai, Kamis (14/9/2023).

Pria berusia 28 tahun itu membutuhkan waktu 3 tahun untuk memutuskan bahwa dirinya siap kembali bermain Badminton setelah orang tuanya memperkenalkannya dengan asosiasi NPC. Motivasi Suryo kembali setelah melihat banyaknya para atlet yang memiliki kekurangan sama dengan dirinya.

Suryo Nugruho

“Waktu itu, saya berpikir pasti lawannya juga memiliki kekeruangan seperti saya minimal seperti itu meskipun ada klasifikasinya yang mungkin lebih ringan atau lebih berat. Minimal kan mereka punya kekurangan juga. Saya punya pikiran positif bisa juara lagi gak? Ternyata bisa,” sambung Suryo Nugroho.

Suryo kemudian masuk Pelatnas Badminton pertamanya untuk ajang Asian Para Games (AiPG) China 2010. Hingga kini sudah 13 tahun lamanya ia tidak pernah absen mengikuti Pelatnas.

“Tahun 2009 orang tua saya dapat info kalau ada olahraga untuk disbilitas. Saya 2009 awal sudah mulai berlatih lagi mengikuti pada saat itu pekan para limpik pelajar nasional dan juara,” tambah Suryo Nugroho.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement