EKS pembalap KTM Tech3, Remy Gardner mengatakan masih berat meninggalkan MotoGP. Selain itu, pembalap asal Australia itu mengaku masih menyimpan dendam dengan mantan timnya, setelah kontraknya tak diperpanjang di MotoGP 2023.
Seperti diketahui, Remy Gardner merupakan juara Moto2 2021, yang dipromosikan ke MotoGP 2022 bersama tim satelit KTM. Namun, debutnya di balapan terelite di dunia itu tak berjalan mulus.

Ia tak mampu bersaing untuk sekadar memperebutkan poin di papan tengah. Dia hanya sering tercecer di barisan belakang hingga akhirnya cuma bisa mengoleksi 13 poin saja sepanjang musim dan berakhir di posisi 23 klasemen akhir MotoGP 2022.
Rider 24 tahun itu kemudian hijrah ke World Superbike (WSBK) mulai 2023 mendatang. Dia bakal berseragam Yamaha dengan Giantsanti Racing Team di kejuaraan balap motor komersil itu.
Akan tetapi, Remy Gardner mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sangat berat untuk meninggalkan MotoGP, karena impiannya sejak dulu adalah memiliki karier yang panjang di sana. Dia pun tak mengetahui apakah akan punya kesempatan lagi untuk kembali ke kompetisi tersebut.
"Berkarier di MotoGP adalah sesuatu yang ingin saya lanjutkan karena itu adalah mimpi besar yang telah saya kerjakan sepanjang hidup saya. Saya membuat begitu banyak pengorbanan untuk itu. Saya akan rindu berada di sini,” kata Remy Gardner dilansir dari Speedweek, Sabtu (17/12/2022).