Share

Perbedaan Motor MotoGP dan Superbike Versi Alvaro Bautista, Mana Lebih Sulit?

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Minggu 04 Desember 2022 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 04 38 2720214 perbedaan-motor-motogp-dan-superbike-versi-alvaro-bautista-mana-lebih-sulit-WowFZiKGZE.jpg Alvaro Bautista sudah pernah berkarier di MotoGP dan kini berkecimpung di WSBK. (Foto: Instagram/@abautista19)

TALAVERA Alvaro Bautista sudah pernah merasakan bersaing di ajang MotoGP dan juga World Superbike (WSBK). Dia pun merasakan ada perbedaan motor di kedua ajang balap tersebut. Menurutnya, kuda besi di WSBK lebih sulit untuk dikendarai.

Seperti diketahui, Bautista berkarier di kelas MotoGP dalam periode 2010 hingga 2018. Dalam kurun waktu delapan tahun tersebut, dia mencicipi empat motor dari empat pabrikan yang berbeda, yakni Suzuki, Honda, Aprilia, dan Ducati.

Alvaro Bautista

Selepas itu, pembalap asal Spanyol tersebut memutuskan hijrah ke WSBK. Di ajang balap antarmotor komersil itu, dia akhirnya merengkuh gelar juara pada musim 2022 ini bersama Ducati.

BACA JUGA: Curhat Pol Espargaro Tampil Jeblok Selama Jadi Tandem Marc Marquez: Jengkel Tak Pernah Dilibatkan Kembangkan Motor Honda

Punya segudang pengalaman mentas di dua ajang berbeda, pembalap berusia 38 itu jelas sangat tahu perbedaan mengendarai motor di MotoGP dan WSBK. Menurutnya, kuda besi WSBK, yang merupakan motor yang dijual di pasaran, lebih sulit untuk dikendarai.

BACA JUGA: Juara WSBK 2022, Alvaro Bautista Ungkap Perbedaan saat Masih Berkarier di Ajang MotoGP

Sementara itu, motor prototipe yang digunakan di MotoGP dinilai Bautista lebih mudah ditunggangi. Sebab, motor di sana memang diperuntukkan untuk melaju kencang saat balapan.

“Saya lebih lelah di Superbike daripada di MotoGP. Mungkin Superbike lebih lambat, tapi lebih banyak bergerak dan goyah,” kata Bautista, dilansir dari Speedweek, Minggu (4/12/2022).

Follow Berita Okezone di Google News

“Anda memiliki banyak pekerjaan untuk mengendalikannya. Superbike adalah motor komersil yang harus bekerja dengan baik untuk pembalap yang cepat dan lambat, untuk jalan yang cepat dan lambat, atau untuk perjalanan ke tempat kerja,” tambahnya.

“Sebuah MotoGP dibangun untuk trek, itu saja. Itu adalah motor yang dibuat hanya untuk melaju kencang,” tuturnya.

Alvaro Bautista

Sebagai informasi, Bautista meraih hasil terbaiknya di MotoGP pada musim 2012. Kala itu, dia berhasil finis di posisi lima klasemen akhir bersama Honda Gresini dengan koleksi 178 poin.

Sementara itu, kariernya di ajang WSBK memang lebih mentereng. Sebelum juara pada musim ini untuk pertama kalinya, dia mengamankan posisi runner-up dalam musim debutnya pada 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini