Share

Ducati Punya 4 Tim di MotoGP, Paolo Ciabatti Sadar Itu Bukan Keputusan yang Tepat untuk Jangka Panjang

Rio Eristiawan, Jurnalis · Minggu 27 November 2022 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 27 38 2715564 ducati-punya-4-tim-di-motogp-paolo-ciabatti-sadar-itu-bukan-keputusan-yang-tepat-untuk-jangka-panjang-QX9PyDYu05.jpg Dua pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia dan Jack Miller. (Foto: MotoGP)

BOLOGNA - Direktur Balap Ducati, Paolo Ciabatti mengakui ada banyak keluhan yang menyerang keputusan timnya menggunakan empat tim dengan total delapan pembalap di MotoGP 2022. Banyaknya pembalap diturunkan karena Ducati ingin mencari data sebanyak mungkin dan hal tersebut memberikan dampak yang singkat untuk tim asal Italia tersebut.

Akan tetapi, bagi Ciabatti menggunakan banyak pembalap justru tak baik untuk jangka panjang dan pendek. Apalagi ia sadar sudah banyak tim yang melakukan protes karena Ducati yang terlalu banyak memiliki tim dan pembalap di satu musim kompetisi MotoGP.

Sebagaimana diketahui, Ducati sangat berambisi untuk menjadi juara MotoGP 2022. Pabrikan asal Borgo Panigale itu pun menurunkan delapan pembalap untuk bisa mencapai target tersebut.

Paolo Ciabatti

Kedelapan pembalapnya pun dibekali dengan Desmosedici yang disebut banyak orang sebagai motor terbaik di musim 2022 tersebut. Dari tim pabrikan (Ducati Lenovo) diisi oleh Francesco Bagnaia dan Jack Miller. Kemudian di tim satelit, ada Johann Zarco dan Jorge Martin yang berada di Pramac Racing.

Selanjutnya, Luca Marini dan Marco Bezzecchi yang memperkuat Mooney VR46. Tak ketinggalan, Enea Bastianini dan Fabio Di Giannantonio di tim Gresini Racing.

Dengan menurunkan delapan pembalap, Ducati jadi memiliki banyak data yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan Desmosedici. Bagnaia pun berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP 2022.

Follow Berita Okezone di Google News

Tidak hanya itu, Ducati juga mampu mengakhiri musim sebagai pemuncak klasemen konstruktor MotoGP 2022. Jadi, keputusan menggunakan delapan pembalap memberikan dampak positif untuk Ducati di MotoGP 2022.

Kendati demikian, ternyata menurut Ciabatti menurunkan empat tim untuk jangka pendek sangatlah berguna. Namun, ia mengakui untuk jangka menengah dan panjang tidaklah ideal untuk Ducati bersaing merebutkan gelar juara MotoGP.

Paolo Ciabatti

Sebab tim-tim lain pun banyak yang tak suka dengan adanya delapan pembalap Ducati di grid. Seperti yang dilakukan CEO KTM, Stefan Beirer yang merasa empat tim Ducati terlalu banyak.

"Saya mengerti bahwa bersaing dengan empat tim bukanlah situasi yang ideal dalam jangka menengah atau panjang untuk kejuaraan," kata Ciabatti dilansir dari Motosan, Minggu (27/11/2022).

Di sisi lain, Ducati bakal mengalami masalah untuk MotoGP 2023 mendatang. Pasalnya Bastianini promosi ke Ducati Lenovo dan akan membuat suasana menjadi memanas untuk merebut gelar dari Bagnaia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini