Terlebih, lanjut Pecco, pada musim ini Fabio Quartararo harus berjuang keras untuk melawan para rider Ducati yang telah mendominasi seperti dirinya, Enea Bastianini, dan lainnya. Namun, El Diablo tak gentar menghadapi mereka.

“Memang benar bahwa saya kebanyakan adalah pembalap Ducati pertama, tetapi dia (Quartararo) masih berjuang untuk gelar, meskipun motornya memiliki lebih banyak masalah daripada saya," kata Bagnaia.
"Saya masih percaya bahwa Fabio adalah pembalap yang lebih lengkap dibandingkan dengan saya," lanjut pemenang tujuh kali musim ini tidak menyia-nyiakan momen kemenangan terbesarnya dengan pengakuan atas rivalnya.
Tetapi, Bagnaia juga mengapresiasi dirinya sendiri yang telah tampil garang selama musim 2022 ini. Meskipun, di balik kesuksesannya itu terdapat orang-orang hebat di sekitarnya.
“Saya telah meningkat banyak tahun ini. Saya telah tumbuh sebagai pengemudi dan sebagai seorang pria dan saya pikir saya dapat memahami situasi dengan lebih baik sekarang, juga berkat bekerja dengan orang-orang saya. Saya pikir saya berada di level yang bagus dan saya berharap untuk berkembang lebih jauh," tutupnya.
(Dimas Khaidar)