PEMBALAP Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia sukses meraih gelar juara MotoGP 2022 usai mendapat perlawanan ketat dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha). Pecco -sapaan akrab Bagnaia- pun melempar pujian kepada El Diablo -julukan Fabio Quartararo- yang masih memiliki tekad untuk meraih gelar meski motornya mengalami beberapa masalah.
Seperti diketahui, Pecco berhasil memastikan gelar juara dunia MotoGP 2022. Meski finis di urutan kesembilan pada MotoGP Valencia, ia tetap keluar sebagai juara dunia.

Pasalnya, Bagnaia mampu mengoleksi 265 poin. Ia unggul 17 poin dari pesaing terdekatnya, Fabio Quartararo.
Perlu diingat beberapa bulan lalu setelah MotoGP Sachsenring. Kala itu, jarak Pecco Bagnaia dengan Quartararo yang berada di puncak selisih 91 poin. Pada waktu itu, pembalap Italia tersebut menyatakan bahwa Quartararo adalah pembalap yang lebih komplit.
Kemudian, empat bulan setengah tepatnya usai Pecco Bagnaia menyabet gelar juara yang fantastis, dia menilai bahwa Quartararo masih seperti yang dulu. Pecco menyanjung El Diablo lantaran memiliki ambisi dan tekadnya yang kuat untuk memenangkan gelar juara dunia MotoGP tahun ini meski rider asal Prancis itu gagal.
"Ya, saya mengatakan itu di Sachsenring dan saya masih percaya bahwa Fabio adalah salah satu pembalap paling lengkap. Karena dia tidak pernah kehilangan ambisi dan kemauannya, meskipun dia memiliki motor yang lebih lambat," puji Francesco Bagnaia, dilansir dari Speed Week, Rabu (9/11/2022).
Terlebih, lanjut Pecco, pada musim ini Fabio Quartararo harus berjuang keras untuk melawan para rider Ducati yang telah mendominasi seperti dirinya, Enea Bastianini, dan lainnya. Namun, El Diablo tak gentar menghadapi mereka.

“Memang benar bahwa saya kebanyakan adalah pembalap Ducati pertama, tetapi dia (Quartararo) masih berjuang untuk gelar, meskipun motornya memiliki lebih banyak masalah daripada saya," kata Bagnaia.
"Saya masih percaya bahwa Fabio adalah pembalap yang lebih lengkap dibandingkan dengan saya," lanjut pemenang tujuh kali musim ini tidak menyia-nyiakan momen kemenangan terbesarnya dengan pengakuan atas rivalnya.
Tetapi, Bagnaia juga mengapresiasi dirinya sendiri yang telah tampil garang selama musim 2022 ini. Meskipun, di balik kesuksesannya itu terdapat orang-orang hebat di sekitarnya.
“Saya telah meningkat banyak tahun ini. Saya telah tumbuh sebagai pengemudi dan sebagai seorang pria dan saya pikir saya dapat memahami situasi dengan lebih baik sekarang, juga berkat bekerja dengan orang-orang saya. Saya pikir saya berada di level yang bagus dan saya berharap untuk berkembang lebih jauh," tutupnya.
(Dimas Khaidar)