"Di gim ketiga kita kurang sabar dan tenang, mainnya terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri padahal secara poin sudah memimpin. Ketika poinnya dikejar dan jadi ketat kita juga jadi gugup dan tegang," tambahnya.

Pasangan muda Laskar Cipayung itu pun tak dapat memungkiri bahwa mereka sangat kecewa gagal menjadi juara dunia junior 2022. Namun, mereka bertekad untuk bangkit dan berlatih lebih keras lagi untuk mengembangkan permainan mereka.
Sebagai tambahan, selain Putra/Patra, medali perak nomor individu juga dibawa pulang ke Tanah Air oleh Rachel Allesya Rose/Meilysa Trias Puspitasari dari nomor ganda putri. Lalu, satu medali perunggu diamankan oleh bintang tunggal putri Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo.
(Reinaldy Darius)