MENGENAL 4 turnamen Grand Slam dan jenis lapangannya yang sering digunakan. Meski turnamen Grand Slam begitu bergengsi di olahraga tenis, ternyata masih ada yang belum mengetahui jenis lapangan yang digunakan dalam ajang itu.
Dalam dunia tenis, Grand Slam merupakan kompetisi tertinggi dari keseluruhan turnamen yang ada. Tidak hanya dari segi kontestan, tetapi juga dari poin peringkat, hadiah, serta media yang meliput. Grand Slam juga lebih banyak mendapat perhatian publik dari yang lainnya.
BACA JUGA: Roger Federer Pensiun, Juara US Open 2022 Carlos Alcaraz Bersedih
Salah satu hal menarik dari Grand Slam adalah penggunaan lapangan. Tidak hanya dibedakan menjadi outdoor dan indoor, tetapi juga berdasarkan karakteristik material yang digunakan, masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
BACA JUGA: Profil Carlos Alcaraz, Juara US Open 2022 yang Sabet Peringkat 1 Dunia Termuda Sepanjang Sejarah
Kali ini, Okezone mengajak Anda untuk mengenal 4 turnamen Grand Slam dan jenis lapangan.
Mengenal 4 Turnamen Grand Slam dan Jenis Lapangannya
4. Wimbledon

Sejak dihelat pada 1877, kompetisi Wimbledon dilakukan di lapangan berumput pada periode Juni - Juli. Rumput pada lapangan ini berguna supaya bola memiliki daya pantul maksimal ketika mendarat.
Bola bergerak lebih cepat jika memantul dari lapangan atau dari raket tenis. Sayangnya, lapangan rumput seperti ini sangat jarang ditemukan karena mahal biaya perawatannya.
3. Australia Open
Selanjutnya, ada Australia Open yang digelar pada periode Januari. Turnamen ini dimainkan pada lapangan keras berjenis hard court. Lapangan jenis ini sangat mudah ditemui di mana pun sebab perawatanya mudah.
Lapangan berjenis hard court terbuat dari beton, aspal, atau campuran dari beton dan aspal. Karakteristik dari lapangan ini juga berbeda-beda.
Untuk lapangan beton, ini bertujuan supaya bola dapat melaju cepat. Sedangkan untuk lapangan campuran semen dan pasir atau aspal dengan kerikil, ini bertujuan untuk membuat laju bola melambat.