Akan tetapi, Rivola menolak bahwa dirinya merupakan seorang ahli aerodinamika yang hebat. Walaupun ia tak memungkiri Aprilia telah memahami hal itu sehingga mereka bisa berkembang dan tampil kompetitif musim ini.

“Saya tidak akan mengatakan kami telah menemukan resep untuk aerodinamika. Tetapi Anda dapat mengatakan bahwa kami telah memahami arahnya,” kata Rivola dilansir dari Speedweek, Minggu (14/8/2022).
Namun, pria berusia 50 tahun itu menyebut masih banyak tim MotoGP yang belum fokus untuk mengembangkan paket aerodinamika mereka, kecuali Ducati. Oleh karena itu, ia melihat peluang besar untuk bisa meningkatkan performa motor Aprilia, RS-GP lewat hal tersebut dan kini jelas terlihat hasilnya.
“Tetapi setelah kedatangan saya di MotoGP, saya mengerti dengan sangat cepat bahwa masih banyak yang harus dilakukan soal aerodinamika ini. Karena tidak satu tim pun, kecuali mungkin Ducati, telah banyak berinvestasi dalam aerodinamika di masa lalu," ujar pria kelahiran Faenza itu.
“Jadi saya melihat ada peluang besar untuk meningkatkan performa di area ini. Pada saat yang sama, masih ada banyak celah di bidang aerodinamika,” imbuhnya.
Berkat pemikiran Rivola yang selangkah lebih maju di bidang aerodinamika, Aprilia menjelma menjadi tim yang sangat kompetitif pada MotoGP 2022. Mereka membantu Aleix Espargaro duduk di posisi dua klasemen pembalap setelah 12 seri digelar dengan selisih 22 poin dari Fabio Quartararo, yang duduk di posisi puncak.
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.