Bahkan, Pol Espargaro, yang jadi tumpuan utama Repsol Honda, tidak menunjukkan performa apiknya. Ia hanya berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 42 poin. Sementara Stefan Bradl belum dapat poin sama sekali dan terdampar di urutan ke-25.

Di sisi lain, Repsol Honda terdampar di urutan terbuncit di klasemen konstruktor MotoGP 2022. Mereka ada di urutan keenam hanya dengan 88 poin. Terpaut jauh dari Ducati yang ada di puncak klasemen (271 poin) dan Suzuki Ecstar yang ada di urtuan kelima (110 poin).
Catatan itu membuat salah satu pengamat MotoGP, Carlo Pernat bersuara melihat kondisi miris yang dialami Repsol Honda ini. Ia pun menyatakan satu-satunya cara adalah dengan menunggu Marc Marquez comeback, demi kejayaan Honda.
“Dalam 40 tahu, saya belum pernah melihatnya (Honda) di level serendah itu,” ucap Carlo pernat dilansir dari Motosan.
“Mereka membutuhkan motor baru dan dharus menunggu Marc Marquez. Ini adalah satu-satunya cara yang dapat dimiliki Honda saat ini,” timpalnya.
Lantas, apakah Repsol Honda benar-benar akan terpuruk hingga akhir MotoGP 2022? Terlepas dari itu, pembalap Repsol Honda harus bersiap di MotoGP Austria 2022, yang berlangsung Minggu 21 Agustus 2022.
(Hakiki Tertiari )