Share

PB ISSI Buat Sistem Baru di Kejurnas Balap Sepeda 2022, Harapkan Peningkatan Pembinaan Atlet di Daerah

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 19 Juli 2022 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 43 2632563 pb-issi-buat-sistem-baru-di-kejurnas-balap-sepeda-2022-harapkan-peningkatan-pembinaan-atlet-di-daerah-ANsTYVCzDT.jpg PB ISSI buat sistem baru di Kejurnas Balap Sepeda 2022 (Foto: PB ISSI)

PENGURUS Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) membuat sistem baru di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap sepeda 2022. Langkah itu diambil PB ISSI dengan harapan adanya peningkatan terhadap atlet daerah di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui Kejurnas 2022 di Banyuwangi, Jawa Timur berlangsung 15-24 Juli 2022. PB ISSI berharap agenda tahunan ini dapat meningkatkan motivasi daerah untuk terus melakukan pembinaan terhadap atlet.

PB ISSI

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah nomor perlombaan dalam Kejurnas 2022 diikuti lebih banyak. Yakni terdiri dari 70 nomor dari disiplin Road dan Mountain Bike (MTB).

PB ISSI juga menerapkan sistem baru, di mana atlet yang bersaing di sejumlah nomor dibagi menjadi dua kelas yakni, atlet yang memperebutkan poin internasional (UCI) dan nasional.

Sekretaris Jenderal PB ISSI Parama Nugroho mengatakan dengan pembagian dua kelas tersebut, persaingan antar provinsi pun kian merata.

"Dengan cara seperti ini setiap daerah bisa melakukan adjustment pembinaan di daerah masing-masing. Kalau selama ini, misalkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) didominasi satu atau dua kota/kabupaten. Tapi dengan sistem seperti di Kejurnas 2022, dapat membuat antusias kota/kabupaten lainnya termotivasi untuk terus meningkatkan pembinaan," kata Parama.

Parama juga mengungkapkan pola yang diterapkan di Kejurnas 2022 merupakan uji coba untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh-Sumatra Utara.


"Ini uji coba untuk diterapkan di PON 2024, artinya kami juga perlu masukan dari provinsi. Tetapi efek positifnya daerah sudah melihat dan bisa mengadopsi pola yang sama dalam pembinaan. Dengan berjalanan waktu kita akan bisa menciptakan iklim kompetisi yang lebih kompetitif dan merata," kata Parama menambahkan.

Sistem yang digunakan pada Kejurnas 2022 sudah menunjukkan dampak positif dengan meratanya sebaran medali yang diraih setiap provinsi.

Hingga hari keempat berlangsungnya Kejurnas 2022, dari 27 provinsi yang bersaing, 21 di antaranya telah sukses mengantongi minimal satu medali.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelatih Tim Nasional Balap Sepeda Indonesia Dadang Haries Poernomo juga mendukung penerapan sistem baru tersebut.

PB ISSI Kejurnas 2022

"Nomor perlombaan kian banyak. Dengan adanya pemekaran nomor ini, kita bisa melihat banyak daerah-daerah yang antusias dan semangat lagi untuk membina atletnya," kata Dadang.

Sementara itu, Race Director Kejurnas Balap Sepeda 2022, Sondi Sampurno, menyebut penggunaan sistem baru ini memang memiliki tantangan.

"Karena nomor perlombaannya banyak sekali, kami membaginya dalam beberapa grup dengan tujuan nantinya medali yang dibawa provinsi itu banyak yang tersebar," ujar Sondi.

Namun, Sondi mengungkapkan bahwa penerapan sistem baru ini menuai respon positif dari berbagai pihak, termasuk atlet.

Misalnya, atlet nasional Aiman Cahyadi yang turun bersama Mula Cycling Team Yogyakarta. Dia menilai Kejurnas 2022 sangat kompetitif karena kemampuan peserta sangat merata.

Selain itu, rute lomba khususnya disiplin Road juga menantang. Dia bahkan menyebut Kejurnas 2022 tak kalah sengit dibandingkan dengan SEA Games Vietnam, beberapa waktu lalu.

"Kejurnas di Banyuwangi sangat keren dan berkelas dunia, mulai dari kompetisi, pengamanan, hingga rutenya sangat luar biasa. Jauh jika dibandingkan dengan SEA Games Vietnam," kata Aiman yang meraih dua perak di SEA Games Vietnam.

Peraih emas dan perunggu SEA Games Vietnam, Ayustina Delia Priatna, juga memuji pengelolaan Kejurnas 2022.

"Bersyukur, makin ke sini event balap sepada makin bagus yang dikelola PB ISSI. Koordinasinya juga makin bagus. Untuk rutenya beragam, tidak monoton. Lalu makin banyak atlet yang bersaing dan unjuk gigi dari daerah-daerah seperti Papua, dan lainnya di luar Pulau Jawa," kata Ayu, sapaan akrab Ayustina Delia Priatna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini