Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Liem Swie King, Raja Smash Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesia

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Sabtu, 16 Juli 2022 |15:55 WIB
Kisah Liem Swie King, Raja Smash Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesia
Kisah Liem Swie King, Raja Smash Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesia. (Foto: Okezone)
A
A
A

KISAH Liem Swie King, raja smash terbaik yang pernah dimiliki Indonesia menarik untuk dibahas. Penggemar bulu tangkis Indonesia mungkin tak asing dengan legenda satu ini.

Nama Liem Swie King sudah sangat terkenal di dunia bulu tangkis, baik di Indonesia maupun luar negeri. Ia adalah salah satu atlet bulu tangkis terbaik Indonesia yang berjaya pada 1970-an hingga akhir 1980-an.

Di awal kariernya, pria kelahiran Kudus, 28 Februari 1956 ini menjadi buah bibir sebab mampu berprestasi di usia muda. Bagaimana tidak, kala itu saat berusia 20 tahun, King berhasil menembus final All England 1974 yang merupakan turnamen bulu tangkis paling bergengsi.

Liem Swie King

Hanya saja, King gagal menjadi juara All England pada saat itu sebab kalah dari seniornya, yaitu Rudy Hartono, di partai puncak. Meski menjadi runner-up, namanya mulai dilirik.

Benar saja, kariernya melonjak setelah itu dengan menjuarai banyak turnamen bulu tangkis bergengsi. Seperti, tiga kali menjadi juara di All England pada 1978, 1979, dan 1981.

Tak hanya menjuarai All England, King juga berhasil meraih juara Piala Dunia Bulu Tangkis pada 1979 dan 1982. Prestasi gemilang ini membuatnya disebut sebagai penerus Rudy Hartono di tunggal putra.

Kehebatan pria berusia 66 tahun ini tak hanya berjaya di sektor tunggal putra saja, melainkan juga terjun ke sektor ganda putra. Di sektor ganda putra ia berpasangan dengan Kartono Hariamanto, Bobby Ertanto, dan Eddy Hartanto.

Pada 1984, 1985, dan 1986, ia bahkan berhasil menjuarai Piala Dunia Bulu Tangkis di sektor ganda putra. Ia juga berhasil membawa Tim Indonesia juara Piala Thomas pada 1976, 1979, dan 1984. Selain itu, ia berhasil membawa Tim Indonesia juara di SEA Games (1977, 1979, 1983, 1985, 1987) dan Asian Games (1978).

King identik dengan jumping smash-nya hingga membuatnya dijuluki sebagai “King Smash” sebab kekuatan smash-nya yang luar biasa. Seusai meraih banyak prestasi, ia gantung raket pada 1988. Karier spesial ini bahkan diangkat ke layar lebar dengan judul “King” dan dibuatkan buku biografi berjudul “Panggil Aku King” pada 2009 silam.

Liem Swie King

Seusai gantung raket, King terjun ke dunia bisnis dengan mengelola hotel di milik mertuanya Kawasan Jakarta. Ia juga membuka usaha griya pijat kesehatan. Sebab, ia terinspirasi dari pengalamannya dipijat semasa aktif sebagai pebulu tangkis.

Kini, King sudah menyerahkan usaha tersebut kepada anak-anaknya dan lebih menikmati kehidupan di rumah, seperti bermain dengan cucu-cucunya.

Demikian kisah Liem Swie King, raja smash terbaik yang pernah dimiliki Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement