Liem Swie King si Raja Smash yang Jadi Juara Dunia, Begini Kabar Terkininya

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 06 September 2021 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 40 2466755 liem-swie-king-si-raja-smash-yang-jadi-juara-dunia-begini-kabar-terkininya-sY3K9eoz3X.jpg Liem Swie King legenda bulu tangkis Indonesia (Foto: Okezone)

LIEM Swie King adalah nama yang terkenal di dunia bulu tangkis, baik di Indonesia maupun luar negeri. Dia merupakan salah satu talenta bulu tangkis terbaik Indonesia yang berjaya pada 1970-an hingga akhir 1980-an.

Pria, yang lahir di Kudus, 28 Februari 1956 itu, menjadi buah bibir karena berprestasi di usia muda. Bagaimana tidak, saat berumur 20 tahun, King menembus final All England 1974 yang merupakan salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi.

Liem Swie King (Foto: Istimewa)

Namun, King gagal menjadi juara All England pada edisi tersebut. Dia kalah dari seniornya, yaitu Rudy Hartono, di partai puncak.

Meski hanya menjadi runner-up, nama King mulai dilirik. Benar saja, karier King melonjak setelah itu dengan menjuarai banyak turnamen bulu tangkis bergengsi.

Dia bahkan tiga kali menjadi juara di All England pada 1978, 1979, dan 1981. Selain menjadi juara All England, King pun menjadi juara Piala Dunia Bulu Tangkis pada 1979 dan 1982. Prestasi gemilang itu membuat King disebut sebagai penerus Rudy Hartono di tunggal putra.

BACA JUGA: 3 Atlet Bulu Tangkis Indonesia yang Membela Negara Lain, Nomor 1 dan 2 Tampil di Olimpiade Tokyo 2020

Namun, King tidak hanya berjaya di sektor tunggal putra. Dia juga terjun ke sektor ganda putra bersama Kartono Hariamanto, Bobby Ertanto, dan Eddy Hartanto. Pada 1984, 1985, dan 1986, King bahkan menjuarai Piala Dunia Bulu Tangkis di sektor ganda putra.

Selain sukses di nomor individu, King juga berprestasi saat menjadi bagian dari tim. Dia membawa Tim Indonesia juara Piala Thomas pada 1976, 1979, dan 1984. King pun membawa Tim Indonesia juara di SEA Games (1977, 1979, 1983, 1985, 1987) dan Asian Games (1978).

Banyaknya prestasi King berbanding lurus dengan permainan hebat pria yang kini berumur 65 tahun itu. Salah satu gerakan ikonik King adalah jumping smash-nya. Dia bahkan dijuluki “King Smash” karena kekuatan smash-nya yang luar biasa.

Setelah mengukir banyak prestasi, King gantung raket pada 1988. Karier spesial King sempat diangkat ke layar lebar dengan judul “King” dan dibuatkan buku biografi berjudul “Panggil Aku King” pada 2009 silam.

Liem Swie King (Foto: Antara)

Sementara itu, usai gantung raket, King terjun ke dunia bisnis dengan mengelola hotel di Kawasan Jakarta milik mertuanya. Dia juga membuka usaha griya pijat kesehatan karena terinspirasi dari pengalamannya dipijat semasa aktif sebagai pebulu tangkis.

Namun, King sudah menyerahkan usaha tersebut kepada anak-anaknya. King sekarang lebih menikmati kehidupan di rumah, seperti bermain dengan cucu-cucunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini