TOSKANA - Ducati sejauh ini tak pernah menjadi juara lagi setelah Casey Stoner pada MotoGP 2007. Menurut mantan pembalap tim pabrikan Borgo Panigale itu, Jorge Lorenzo, Ducati kesulitan untuk menjadi juara lagi lantaran tak memiliki pembalap hebat seperti halnya Stoner dan Marc Marquez.
Motor Ducati, Desmosedici menjadi kuda besi dengan kecepatan diatas rata-rata dan bisa membantu pembalap tim pabrikan asal Italia itu untuk bisa memenangkan setiap balapan. Namun pembalap mereka masih belum bisa menjadi juara dunia MotoGP, sejauh ini mungkin hanya Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang hampir menjadi juara pada musim 2021.
Sayangnya, Bagnaia membuat kesalahan di seri terakhir MotoGP 2021, yakni di Emilia Romagna dan membuatnya gagal menjadi juara. Gelar juara pun menjadi miliki Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Sementara terakhir kali pembalap Ducati menjadi juara dunia pada 2007, bersama dengan Stoner. Namun setelah kepergian pembalap asal Australia itu tidak ada lagi pembalap Ducati menjadi juara dunia.
Lorenzo pun menyadari Ducati tidak memiliki pembalap yang bisa tampil sangat cepat dan memiliki kemampuan hebat untuk bisa menjadi juara di akhir musim. Ia menjelaskan pabrikan asal Italia itu tidak memiliki pembalap seperti Stoner ataupun Marquez untuk bisa menjadi juara.
"Mereka (Ducati) tidak memiliki pembalap yang sangat cepat dan pembalap hebat yang pasti akan menjadi juara di masa depan. Tapi sampai sekarang atau mungkin karena untuk pengalaman atau kurangnya soliditas, Ducati tidak memiliki Stoner atau Marc Marquez," kata Lorenzo dilansir dari Motosan, Minggu (29/5/2022).
Meski pernah membela Ducati, Lorenzo tidak memasukan namanya untuk menjadi contoh karena tidak pernah menjadi juara di Ducati. Sementara itu, ia menilai Stoner dan Marquez adalah pembalap yang memiliki rasa lapar untuk bisa terus menang dan bisa memanfaatkan motor dengan baik untuk bisa menjadi juara dunia.
"Saya tidak menyebut diri saya karena ini saya , tetapi saya pikir dengan beberapa tahun lagi di tim, saya juga bisa mencapainya. Nah, itu dia, Stoner atau Márquez yang buas dan memanfaatkan motor terlengkap di kejuaraan dunia," jelasnya.

Peluang Ducati untuk bisa menjadi juara di MotoGP 2022 masih terbuka, karena Enea Bastianini tengah menunjukkan performa apiknya. Pembalap Gresini Racing itu berada di peringkat ketiga klasemen dengan 94 poin dengan terpaut delapan poin dengan peringkat pertama yang dihuni oleh Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).
Nonton semua seri balapan MotoGP 2022 kapan saja dan di mana saja live di Vision+, cek di sini. Download Vision+ sekarang di Google Play Store atau App Store.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.