Share

7 Fakta Formula E Balap Mobil Listrik yang Digelar di Jakarta, Nomor 1 Tak Dimiliki F1

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 37 2589427 7-fakta-formula-e-balap-mobil-listrik-yang-digelar-di-jakarta-nomor-1-tak-dimiliki-f1-SHPSGDZ2SR.jpg 7 Fakta Formula E Balap Mobil Listrik yang Digelar di Jakarta. (Foto: Twitter/FIAFormulaE)

7 fakta Formula E balap mobil listrik yang digelar di Jakarta menarik untuk dibahas. Seperti yang diketahui Formula E merupakan ajang balapan mobil listrik yang sudah digelar pada 2011 silam.

Balapan Formula E sendiri pertama kali digelar di Beijing, China pada September 2014 silam. Namun Formula E baru mendapatkan status sebagai kejuaraan dunia pada 2020.

Indonesia sendiri ikut serta menjadi tuan rumah Formula E pada musim 2022 ini. Lantas apa saja fakta menarik mengenai balap mobil listrik tersebut?

Berikut 7 Fakta Formula E Balap Mobil Listrik yang Digelar di Jakarta:

7. Miliki Suara yang Cukup Bising

Indonesia untuk pertama kalinya akan menggelar ajang balap Formula E di Jakarta pada 4 Juni 2022. Banyak orang tentunya yang belum pernah melihat secara langsung balapan mobil listrik tersebut saat berada di lintasan.

Karena menggunakan tenaga listrik, awalnya pasti banyak yang mengiri mobil akan melaju dengan senyap. Namun, sejatinya mobil Formula E memiliki suara yang cukup bising selayaknya mobil yang dipakai di ajang Formula One (F1).

Mobil Formula E

6. Mobil Setiap Tim Sama

Balapan F1 terkenal dalam persaingan setiap tim untuk meningkatkan mesin mobil terbaik. Namun di Formula E justru hal tersebut tak ditemukan karena sejatinya setiap tim memiliki mesin, sasis, dan bahkan ban yang sama.

Kendati demikian, setiap tim tetap diizinkan untuk memodifikasi mobil, seperti girboks, sistem pendingin, hingga motor listriknya. Dengan memperbolehkan memodifikasi mobil yang digunakan, balapan Formula E pun berjalan sengit, bahkan ada yang beranggapan lebih banyak aksi salip menyalipnya ketimbang ajang F1.

5. Berganti Mobil di Tengah Balapan

Pada awal digelarnya Formula E, para pembalap akan berganti mobil di tengah balapan. Sesuatu hal yang tentunya tak pernah terlihat di ajang balap F1.

Pergantian mobil di Formula E dilakukan karena kapasitas baterai yang tidak cukup untuk menyelesaikan balapan. Alhasil, para rider harus bergegas pindah ke mobil lain saat memasuki pit stop di tengah balapan.

Kendati demikian hal tersebut hanya berlangsung selama empat musim pertamanya saja. Sebab sejak musim kelima kapasitas baterai disetiap mobil diperbesar, sehingga pembalap tak perlu lagi melakukan pergantian mobil di tengah balapan.

4. Bisa Charger Mobil di Tengah Balapan

Seperti yang dijabarkan di atas, balapan Formula E yang sekarang sudah tak perlu lagi mengganti mobil di tengah race. Kendati demikian, mobil generasi ketiga itu tetap harus melakukan pengisian baterai di tengah balapan agar mobil bisa menyelesaikan semua lap.

Pengisian baterai pun berlangsung cepat. Dengan menggunakan teknologi flash charging, mobil Formula E dapat mengisi tenaga listrik dengan optimal.

Mobil Formula E

3. Fans Bisa Membantu Peluang Pembalap Idolanya Menang

Formula E memiliki format balapan yang unik karena fans bisa membantu pembalap untuk memiliki peluang menang semakin besar. Formula E memiliki fitur fanboost, di mana penonton bisa membantu para driver idola mereka mendapatkan kekuatan ekstra untuk dipakai saat balapan.

Dalam format fanboost itu, fans akan memilih pembalap favorit di media sosial Formula E. Voting pun akan dibuka sejak enam hari sebelum balapan dan 15 menit ketika balapan sudah dimulai.

Nantinya lima pembalap dengan suara terbanyak bakal mendapatkan kekuatan ekstra yang bisa dipakai ketika balapan berlangsung.

2. Tak Ada Pergantian Ban

Pit stop F1 selalu menarik untuk dinantikan lantaran betapa cepatnya kru teknisi dalam melakukan pergantian ban. Namun, hal tersebut takkan terlihat di ajang Formula E.

Tidak adanya pergantian ban di Formula E merupakan kebijakan regulator. Tentunya dengan kebijakan itu maka strategi penggunaan ban seperti yang ada di F1 takkan berlaku di Formula E.

Hanya saja jika memang ban yang digunakan mengalami kerusakan, maka barulah mobil Formula E diperbolehkan untuk melakukan pergantian ban.

Mobil Formula E (Twitter/FIAFormulaE)

1. Adanya Tombol Attack Mode

Pada ajang Formula E, ada satu tombol pada mobil yang dapat meningkatkan kecepatan dalam waktu yang singkat. Tombol tersebut adalah Attack Mode, tombol yang bisa memberikan kekuatan berlebih pada tenaga listrik mobil tersebut.

Sejak musim 2019-2020, tenaga yang diberikan ketika memencet tombol Attack Mode pun mencapai 235 kw. Menariknya, setiap pembalap Formula E tak bisa selalu memencet tombol Attack Mode karena ada peraturan yang membatasi.

Pihak regulator membatasi pemakaian attack mode agar jalannya balapan semakin menarik. Jumlah berapa kali diperbolehkannya penggunaan attack mode pun baru akan diumumkan satu jam sebelum race, sehingga setiap tim baru merapatkan strategi penggunakan tombol tersebut sesaat balapan ingin berlangsung.

Pengumuman mengenai aturan attack mode sendiri terkait jumlah pemakaian dan durasinya. Lebih menariknya lagi, penggunaan attack mode itu tak bisa dilakukan sembarangan karena tombol tersebut baru bisa dipencet ketika melewati lintasan tertentu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini