Share

Biodata dan Agama Jonatan Christie, Penentu Indonesia Juara Piala Thomas 2020

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 08 April 2022 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 40 2575348 biodata-dan-agama-jonatan-christie-penentu-indonesia-juara-piala-thomas-2020-CANMFpAzZG.jpg Berikut biodata dan agama Jonatan Christie (Foto: PBSI)

BIODATA dan agama Jonatan Christie akan dikupas Okezone. Nama Jonatan Christie melejit sejak merebut medali emas Asian Games 2018 untuk sektor tunggal putra. Dia pun merupakan penentu keberhasilan Indonesia juara Piala Thomas 2020.

Jonatan lahir di Jakarta, 15 September 1997. Untuk agama, Jonatan adalah pemeluk Katolik yang cukup taat. Dia adalah pebulu tangkis dari klub PB Tangkas Specs. Pada 2015, Jonatan makin sering mengikuti turnamen-turnamen senior di level yang lebih tinggi seperti Grand Prix, Grand Prix Gold, Super Series, dan Super Series Premiere.

Jonatan Christie (Foto: PBSI)

Jonatan meraih gelar internasional pertamanya pada Juli 2013, yakni Indonesia Internasional Challenge. Saat itu, di partai puncak, Jonatan mengalahkan sang senior, Alamsyah Yunus, dengan skor 21-17 dan 21-10. Hebatnya, Jonatan baru berusia 15 tahun saat itu!

Selang dua tahun atau di usia yang belum genap 18 tahun, Jonatan sudah dipercaya menjadi tunggal utama Indonesia di Piala Sudirman 2015. Setahun kemudian, Jonatan Christie juga turun di Piala Thomas 2016. Sayangnya, saat itu, Indonesia kalah 2-3 dari Denmark di final.

Selain itu, Jonatan juga termasuk salah satu andalan Indonesia di SEA Games 2015, Sudirman Cup 2017, dan SEA Games 2017. Di Indonesia Open 2015, dia bahkan mampu mengalahkan pemain veteran Korea, Lee Hyun Il, di babak kedua meski langkahnya terhenti di perempatfinal. Setahun kemudian, Jonatan mengalahkan pemain terbaik asal China waktu itu, Lin Dan, di Indonesia Open 2016 dengan skor 21-12 21-12.

Kekasih dari Shania Junianatha ini meraih medali emas di SEA Games 2017 untuk sektor tunggal putra. Dia menjadi yang terbaik usai mengalahkan Khosit Phetpradab asal Thailand dengan skor 21-19 dan 21-10.

Di Korea Open 2017, secara mengejutkan, dia dan rekannya Anthony Sinisuka Ginting menciptakan all Indonesian final meskipun dia menyerah dengan skor 13-21, 21-19, dan 20-22. Ini merupakan prestasi Indonesia setelah sembilan tahun absen menciptakan final sesama pebulu tangkis Indonesia di sektor tunggal putra. Terakhir kali Indonesia mampu menciptakan all Indonesian final di sektor tunggal putra adalah turnamen Indonesaia Open 2008.

Jonatan Christie (Foto: Reuters)

Setahun berselang, Jonatan meraih medali emas Asian Games 2018 yang membuatnya viral. Lalu, Jonatan menjadi penentu kemenangan 3-0 Indonesia atas China di final Piala Thomas 2020.

Turun di laga ketiga kontra Li Shi Feng, Jonatan Christie menang dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-14. Kemenangan Jonatan memastikan Indonesia kembali menjadi juara Piala Thomas setelah 19 tahun absen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini