Share

Jonatan Christie Ungkap Rahasia Kalahkan Prannoy H.S di Final Swiss Open 2022

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Minggu 27 Maret 2022 22:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 27 40 2568761 jonatan-christie-ungkap-rahasia-kalahkan-prannoy-h-s-di-final-swiss-open-2022-bM2MP8OhEf.jpg Jonatan Christie pastikan gelar Swiss Open 2022 usai kandaskan wakil India (Foto: PBSI)

TUNGGAL putra Indonesia, Jonatan Christie mengungkapkan rahasia keberhasilan dirinya jadi juara Swiss Open 2022. Pebulu tangkis 24 tahun itu mengatakan, ia banyak belajar dari kesalahan kompatriotnya, Anthony Sinisuka Ginting, yang kalah dari Prannoy H.S di semifinal Swiss Open 2022.

Sebagaimana diketahui, Jojo (sapaan akrab Jonatan) berhasil menumpas perlawanan Prannoy. Ia menuntaskan dendam Anthony Ginting, yang gagal di semifinal.

Jonatan Christie

Jojo sendiri tampil gemilang sejak awal pertandingan di St. Jakobshalle, Swiss, yang berlangsung Minggu (27/3/2022) malam WIB. Ia bermain sabar dan menunggu momentum untuk menyerang. Alhasil, gim pertama bisa ia amankan dengan mudah di angka 21-12.

Memasuki gim kedua, pemain ranking delapan dunia itu mendapatkan perlawanan sengit dari Prannoy. Namun, berkat serangan mematikan lewat jumping smash-nya, dia kembali merebut kemenangan dengan skor 21-18.

Menang dua gim langsung, Jojo mengungkapkan bahwa dirinya belajar dari kesalahan yang dibuat Ginting. Ketika di semfinal Prannoy bisa menang 19-21, 21-19 dan 18-21 atas Ginting.

Karena itu, peraih emas Asian Games 2018 itu memilih untuk lebih sabar dan memainkan bola-bola panjang lebih dulu. Strategi itu terbukti efektif membuat Prannoy kewalahan. 

"Awal strateginya kurang lebih sama dengan kemarin saat melawan Srikanth, saya mencoba menjauhkan bola dari jangkauannya dulu. Ketika ada kesempatan baru menyerang," kata Jojo dilansir dari rilis PBSI, Minggu (27/3/2022).

Jonatan Christie

"Saya belajar dari Ginting kemarin ketika menyerang terus, malah dia lebih nyaman mainnya," imbuhnya.

Dengan kemenangan tersebut, Jojo pun berhasil mengakhiri paceklik gelar yang sudah dialaminya selama hampir tiga tahun. Gelar terakhir yang didapatnya adalah juara Australia Open 2019.

Selain itu, Jojo juga menjadi pemain tunggal putra Indonesia pertama yang menyabet gelar di Swiss Open sejak 20 tahun lalu. Pemain tunggal putra Tanah Air yang terakhir kali menang pada edisi 2002 lalu adalah Marleve Mainaky. Ketika itu ia menang dari James Chua (Malaysia) di final.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini