Share

Akhiri Rapat Tahunan KOI, Menpora Zainudin Amali Ingin Indonesia Jadi Peringkat 5 Dunia di Olimpiade 2044

Tino Satrio, Jurnalis · Selasa 08 Maret 2022 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 43 2558437 akhiri-rapat-tahunan-koi-menpora-zainudin-amali-ingin-indonesia-jadi-peringkat-5-dunia-di-olimpiade-2044-lKCb8iRQwJ.jpg Menpora Zainudin Amali ingin Indonesia jadi peringkat 5 dunia di Olimpiade 2044 (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)

TANGERANG - Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, menutup rapat tahunan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2022 dengan target besar. Dia menargetkan, Indonesia menerjang peringkat lima dunia di Olimpiade 2044.

Amali hadir dalam rapat yang sudah rampung dilaksanakan di Hotel JHL Solitaire, Gading Serpong, Tangerang, Selasa (8/3/2022) malam WIB. Sederet rancangan pun disampaikannya dalam kesempatan itu.

Rapat tahunan KOI (Foto: MPI/Tino Satrio)

Menteri berusia 59 tahun itu memiliki target tinggi dalam program yang telah dirancang untuk memajukan olahraga Tanah Air bersama KOI dan jajaran lainnya.

Namun, masyarakat Indonesia harus cukup bersabar menanti hasil dari rancangan tersebut. Pasalnya, prestasi itu didapuk sebagai hadiah untuk hari kemerdekaan Indonesia yang ke-100. Pada tahun tersebut, Olimpiade 2044 akan menjadi saksinya.

Sekadar informasi, Indonesia saat ini menduduki peringkat empat dengan jumlah penduduk terbanyak. Akan tetapi, jumlah tersebut belum menghasilkan prestasi olahraga mentereng, kecuali beberapa cabang olahraga (cabor).

"Kita peringkat 4 penduduk terbesar tapi kalau kita lihat diperingkat dunia kalau tidak salah, Jamaica ada di atas kita. Ini tugasnya ketua umum dan teman-teman NOC dan kita semua untuk mengejar dari olimpiade ke olimpiade," kata Amali dalam penutupan rapat, Selasa (8/3/2022).

"Kita sudah menetapkan olimpiade adalah target kita. Dan, kita targetkan 100 tahun Indonesia merdeka, tepatnya olimpiade 2044, kita bisa berada di peringkat lima dunia," tambahnya dengan lantang.

Tentu saja, Kemenpora, NOC (KOI), dan para federasi sudah memiliki rancangan untuk merealisasikan target tinggi itu. Kemudian, mereka juga akan membuat tabel prestasi dari semua cabor. Diurutkan dari cabor unggulan, tepatnya yang sering menorehkan prestasi hingga ke cabor lainnya.

Menpora Zainudin Amali (Foto: MPI/Agung Bakti Sarasa)

Hal tersebut dibuat agar bisa fokus dalam mendongkrak prestasi dari cabor lain ke cabor lainnya. Agar merata dan adil, sistem promosi dan degradasi pun diberlakukan.

"Kita akan fokus dulu dengan cabor, yang sudah kita sepakati, yang mengandalkan teknik dan akurasi. Kalau cabang unggulan tidak berprestasi, kita akan evaluasi dan kita akan masukkan cabor lain yang berprestasi menjadi unggulan," jelas Amali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini