MILTON KEYNES - Red Bull Racing akan berusaha keras untuk memperpanjang kontrak Max Verstappen yang akan habis pada akhir musim 2023. Akan tetapi, tingginya gaji Verstappen membuat negosiasi jadi agak rumit.
Seperti diketahui, kontrak tersebut sejatinya bisa sangat menguntungkan Red Bull. Bagaimana tidak, pembalap asal Belanda itu sukses menunjukkan tajinya usai memenangkan Formula One (F1) 2021.

Aksinya pun membuat Mercedes AMG Petronas frustrasi. Kekalahan dari Verstappen bahkan membuat Lewis Hamilton (Mercedes) belum muncul hingga kini sehingga dia pun dirumorkan akan pensiun.
Sayangnya, keuangan Red Bull diklaim telah mencapai batas. Mereka diyakini tak mampu untuk menambah gaji Verstappen yang sudah terlampau tinggi.
"Dengan Verstappen, kami sudah mendekati batas (nominal gaji). Pada titik tertentu, itulah akhirnya," kata Penasihat Motorsport Red Bull, Helmut Marko, dikutip dari Yahoo News, Minggu (30/1/2022).
Kendati begitu, manajemen tim akan tetap berusaha keras untuk memberikan kontrak baru kepada anak mantan pembalap F1, Jos Verstappen itu. Mereka akan berunding tentang rencana tersebut dengan Verstappen dalam beberapa pekan ke depan.
"Kami akan mengadakan pembicaraan dengan Max dalam beberapa minggu ke depan," tuturnya.