Share

Gagal Tampil di Australia Open 2022, Novak Djokovic Akhirnya Pulang Kampung

Antara, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 06:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 40 2533177 gagal-tampil-di-australia-open-2022-novak-djokovic-akhirnya-pulang-kampung-lBDWpgs2RL.JPG Novak Djokovic tinggalkan Australia. (Foto: Reuters)

MELBOURNE - Petenis asal Serbia, Novak Djokovic telah pergi dari Australia pada Minggu 16 Januari 2021. Ia terbang kembali ke negara asalnya usai Pengadalian Federal menguatkan keputusan pemerintah untuk membatalkan visa Djokovic karena alasan tidak divaksin Covid-19 yang membuat risiko bagi negara Australia.

Keputusan bulat yang dibuat oleh tiga hakim tersebut memberikan pukulan kepada petenis nomor satu dunia itu untuk mengejar rekor Grand Slam ke-21 di Australian Open 2022.

Baca Juga: Novak Djokovic Resmi Absen di Australia Open 2022, Ini Penyebabnya

Novak Djokovic tinggalkan Australia (Reuters)

Petenis Serbia itu, menurut saksi mata Reuters, meninggalkan Australia dengan penerbangan Emirates dari Melbourne ke Dubai pada Minggu malam hanya beberapa jam setelah keputusan. Penerbangan itu dijadwalkan lepas landas pada pukul 22.30 waktu setempat atau 18.30 WIB.

Penerbangan itu mengakhiri perjalanan yang dimulai ketika Djokovic pertama kali ditahan oleh otoritas imigrasi pada 6 Januari, diperintahkan untuk dibebaskan oleh pengadilan pada 10 Januari, dan kemudian kembali ditahan pada Sabtu.

Djokovic mengatakan sangat kecewa dengan keputusan tersebut, yang berarti bahwa dia tidak bisa ambil bagian dalam turnamen, yang dimulai pada Senin (17/1/2022) tersebut.

"Saya menghormati putusan Pengadilan dan saya akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk kepergian saya dari negara ini," kata Djokovic, Senin (17/1/2022).

Novak Djokovic tinggalkan Australia (Reuters)

Djokovic yang kini berusia 34 tahun sebelumnya telah mengajukan banding terhadap penggunaan kewenangan diskresi Menteri Imigrasi Alex Hawke untuk membatalkan visanya.

Namun, Menteri mengatakan Djokovic bisa menjadi ancaman bagi ketertiban umum karena kehadirannya akan mendorong sentimen anti-vaksin di tengah wabah virus corona yang memburuk di Australia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini