Share

Gagal Bersinar Bareng Yamaha, Mavericks Vinales Nyesel Tinggalkan Suzuki

Rio Eristiawan, Jurnalis · Minggu 09 Januari 2022 05:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 38 2529370 gagal-bersinar-bareng-yamaha-mavericks-vinales-nyesel-tinggalkan-suzuki-RVMwPYgpfi.jpg Maverick Vinales pernah membela Suzuki di MotoGP. (Foto: Instagram/@maverick12official)

ANDORRA – Pembalap Tim Aprilia Gresini, Mavericks Vinales, punya penyesalan dalam kariernya di MotoGP. Penyesalan itu muncul karena Vinales memilih meninggalkan Suzuki Ecstar pada akhir musim MotoGP 2016.

Sebagaimana diketahui, Vinales menginjakkan kaki di kelas utama MotoGP pada 2015 dengan bergabung ke Suzuki Ecstar. Pembalap berusia 26 tahun itu hanya bertahan dua musim, sebelum bergabung ke Yamaha pada 2017.

Maverick Vinales

Di musim perdanya sebagai rookie Suzuki, Vinales belum bisa tampil apik. Dia hanya mengakhiri musim di posisi ke-12 tanpa meraih kemenangan dan podium.

BACA JUGA: Ogah Jemawa Usai Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2021, Ducati Ingin Terus Berkembang

Namun di musim keduanya, pembalap asal Spanyol itu berhasil tampil impresif. Vinales meraih empat podium dan menempati posisi ke empat diakhir kelasemen MotoGP 2016.

BACA JUGA: Meski Berpisah dengan Tidak Baik-Baik, Maverick Vinales Tak Dendam dengan Yamaha

Sementara di MotoGP 2017, Vinales memutuskan meninggalkan Suzuki untuk bergabung dengan Yamaha. Vinales pun selalu menutup musim di urutan 10 besar bersama Yamaha.

Namun di pertengahan 2020, Vinales dan Yamaha mengalami perpecahan. Yamaha pun mengumumkan perpisahan dengan Vinales di tengah kejuaraan.

Tak butuh waktu lama untuk Vinales pun bergabung dengan Aprilia. Vinales pun mengatakan bahwa dirinya pernah membuat kesalahan dalam kariernya di MotoGP.

"Saya tidak biasa berbicara terlalu banyak tentang masa lalu, tetapi jelas saya pernah membuat kesalahan," kata Vinales dikutip dari GPone, Minggu (9/1/2022).

Maverick Vinales

Pembalap bernomor 12 itu menjelaskan sedang membangun tim terbaik dengan Suzuki kala itu. Namun, Vinales melihat YZR-M1 sebagai pilihannya untuk mengantarnya menjadi juara dunia MotoGP. Kini, dia pun menyesal dengan pilihannya itu.

"Pada akhirnya kami menciptakan tim yang sangat bagus (di Suzuki), tetapi juga terdapat momen di Yamaha, mereka memiliki motor pemenang dan itu adalah pilihan saya," ucapnya.

"Saya tidak tahu apakah keputusan itu benar atau salah karena pada akhirnya Anda yang membuat keputusan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini