Share

Meski Berpisah dengan Tidak Baik-Baik, Maverick Vinales Tak Dendam dengan Yamaha

Rio Eristiawan, Jurnalis · Minggu 09 Januari 2022 01:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 38 2529273 meski-berpisah-dengan-tidak-baik-baik-maverick-vinales-tak-dendam-dengan-yamaha-XBYDbBdm7z.jpg Maverick Vinales bersama Lin Jarvis dan kru Yamaha. (Foto: MotoGP)

ANDORRA - Perpisahan Maverick Vinales dengan Monster Energy Yamaha di pertengahan MotoGP 2021 sempat membuah heboh ajang balapan tersebut. Hubungan Vinales dan Yamaha pun panas saat itu. Namun, kini Vinale memastikan tak pernah dendam dengan Yamaha meskipun mereka berpisah dengan tidak baik-baik.

Vinales menghabiskan lima setengah tahun dengan Yamaha, sebelum bergabung dengan Aprilia di pertengahan musim 2021. Padahal, pembalap asal Spanyol itu masih memiliki kontrak dengan pabrikan asal Jepang hingga akhir musim MotoGP 2022.

Hubungan tak baik keduanya bermula di awal musim MotoGP 2021, Vinales hanya finis di urutan paling akhir di Sachsenring. Namun, Vinales berhasil menjadi finis kedua saat di Assen.

Baca Juga: Fabio Quartararo Buka-bukaan Alasan Maverick Vinales Pilih Pergi dari Yamaha

Maverick Vinales saat masih di Yamaha

Meski berhasil tampil baik, Yamaha memberikan skorsing kepada Vinales akibat melakukan perubahan motornya secara ilegal di MotoGP Styria. Akibatnya Vinales memutuskan hengkang dan bergabung ke Aprilia di sisa musim lalu.

Bahkan Bos Yamaha, Lin Jarvis sempat mengatakan Vinales memiliki kualitas untuk menjadi juara tetapi tak memiliki mental pemenang. Tetapi Vinales tak mau menanggapi apa yang dikatakan mantan timnya itu.

“Saya hanya ingin mengatakan kata-kata baik tentang mereka, karena saya tidak memiliki hal buruk untuk dikatakan," kata Vinales dilansir dari Speed Week, Minggu (9/1/2022).

Lebih lanjut, pembalap berusia 26 tahun itu mengatakan YZR-M1 tetap tampil kompetitif usai Fabio Quartararo berhasil menjadi juara. Tetapi Vinales mengaku tak tahu dengan motor Yamaha yang tidak bisa tampil konsisten.

"Pada akhirnya Anda bisa melihat bahwa motornya berada di level yang bagus. Saya selalu mengatakan motornya fantastis. Tapi kami tidak tahu persis bagaimana membuatnya berhasil karena kadang-kadang aku merasa tidak terkalahkan, dan di waktu yang lain aku di posisi terakhir. Saat itu aku jadi gila," ucapnya.

Sementara menjelang MotoGP 2022, akan menjadi menarik dengan penyesuaian Aprilia untuk membuat Vinales rebut gelar Quartararo. Mengingat Vinales masih belum bisa menunjukan penampilan terbaiknya di kelas utama MotoGP.

Aprilia sendiri percaya diri Vinales bisa tampil jauh lebih baik di MotoGP 2022. Sebab Vinales dirasa sudah cukup diberikan waktu untuk beradaptasi dengan motor RS-GP di pertengahan MotoGP 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini