Share

Pemain IBL Terlibat Pengaturan Skor, Perbasi: Tak Ada Ampun

Antara, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 36 2524806 pemain-ibl-terlibat-pengaturan-skor-perbasi-tak-ada-ampun-HSAmjUlqUs.jpg 6 pemain IBL 2021 terlibat pengaturan skor. (Foto/Antara)

JAKARTA โ€“ Enam pemain yang berlaga di Liga Basket Indonesia (IBL) terlibat dalam pengaturan skor hasil pertandingan. Menyikapi masalah itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) Danny Kosasih menegaskan bahwa tak ada ampun bagi pemain yang terlibat.

Pernyataan tersebut disampaikan Danny menanggapi kasus match fixing yang dilakukan enam pemain peserta IBL selama musim kompetisi 2021 lalu.

Baca juga:ย Sistem Bubble IBL 2022 Alami Perubahan

"Tak ada ampun lagi, mereka harus menjalani hukuman yang sudah dijatuhkan," kata Danny mengutip Antara, Kamis (30/12/2021).

Foto/Antara

Dia mengaku kecewa para terhukum tersebut tidak belajar dari pengalaman kasus serupa sebelumnya.

"Saya berharap hukuman kali ini membuat para pebasket semakin menjunjung sportivitas dan tidak lagi melakukan match fixing,โ€ tegasnya.

Baca juga:ย Match Fixing Terjadi di IBL 2021, 5 Pemain Pacific Caesar Surabaya dan 1 dari Bali United Basketball Terlibat

Sebelumnya, Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah pada Rabu mengumumkan keterlibatan enam pemain dalam pengaturan hasil pertandingan selama musim kompetisi IBL 2021 lalu.

Lima orang tersebut berasal dari klub Pacific Caesar Surabaya, yaitu Aga Siedartha, Arisanda, Gabriel Senduk, Yoseph Wijaya, dan Aziz Wardhana, serta satu pemain dari Bali United Basketball, Yerikho Tuasela.

PP Perbasi dan IBL telah menjatuhkan hukuman sanksi kepada para pelaku sesuai dengan aturan federasi dan peraturan pelaksanaan pertandingan pada 21 September 2021 yang sudah disampaikan secara langsung kepada seluruh pihak yang terkait.

IBL menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup di lingkup IBL kepada enam pemain tersebut. Sanksi yang dijatuhkan itu sesuai dengan peraturan pelaksanaan IBL Bab IV Pasal 6 Ayat 16 yang berbunyi, "personel klub yang melanggar Bab IV Pasal 4 Ayat 2, yaitu melakukan dan terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan dilarang mengikuti kegiatan IBL seumur hidup dan denda maksimal Rp100 juta."

โ€œTindakan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas liga agar semakin baik, profesional, dan sehat,โ€ ucap Junas.

Pengaturan skor oleh pemain IBL pertama kali dicurigai oleh manajemen klub Pacific Caesar Surabaya yang melihat adanya kejanggalan yang dilakukan oleh beberapa pemain di klub dalam beberapa pertandingan selama kompetisi IBL musim 2021 fase regular.

Setelah menerima laporan tersebut, pada Mei 2021 IBL bersama PP Perbasi membentuk tim untuk melakukan investigasi sampai pada akhirnya mendapatkan bukti serta pengakuan dari pihak-pihak yang terlibat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini