“Pada saat yang sama, sangat sulit bagi saya untuk menontonnya. Ini menunjukkan seberapa banyak perasaan di baliknya dan berapa banyak emosi yang Anda picu,” imbuh pembalap berusia 22 tahun tersebut.
Dengan kesuksesan Michael di ajang F1, Mick pun kerap menjadi bahan pembanding dengan penampilan ayahnya. Mick pun merasa tidak nyaman jika dirinya dibandingkan dengan Michael yang memiliki gaya berbeda.

“Secara umum, saya tidak suka membandingkan diri saya dengan orang lain. Saya lebih suka mencoba untuk pergi dengan cara saya sendiri. Tapi ayah saya berbeda,” jelas Mick.
Bersama Haas, Mick memang belum bisa menunjukkan daya saingnya dengan selalu menjadi salah satu yang terbelakang. Namun seiring berjalannya waktu bukan tidak mungkin baginya untuk melampaui keberhasilan ayahnya di ajang F1.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.