5 Alasan Marc Marquez Sulit Juara Dunia MotoGP Lagi, Nomor 1 Bisa Bikin The Baby Alien Pensiun

Andika Pratama, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 38 2513407 5-alasan-marc-marquez-sulit-juara-dunia-motogp-lagi-nomor-1-bisa-bikin-the-baby-alien-pensiun-uOjXaINue0.jpg Lima alasan Marc Marquez sulit jadi juara MotoGP lagi (Foto: MotoGP)

MARC Marquez dianggap sebagai pembalap terkuat di MotoGP dalam beberapa musim terakhir. Bagaimana tidak, sejak debut di MotoGP pada musim 2013, The Baby Alien sudah keluar sebagai juara sebanyak enam kali (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019).

Namun, dominasi Marquez pudar dalam dua musim terakhir karena cedera. Selain cedera, ada hal lain yang akan membuat Marquez sulit kembali menjadi yang terbaik di MotoGP. Berikut lima alasan Marquez sulit juara MotoGP lagi.

5. Persaingan MotoGP Makin Ketat

Fabio Quartararo vs Francesco Bagnaia (Foto: Reuters)

MotoGP 2020 dan 2021 menjadi panggung bagi para pembalap muda untuk unjuk gigi. Joan Mir membuat kejutan dengan menjadi juara MotoGP 2020 usai mengalahkan Fabio Quartararo dalam persaingan ketat yang berlangsung sepanjang musim.

Semusim berselang, giliran Quartararo yang menjadi juara dengan luar biasa. Selain Quartararo, Francesco Bagnaia juga bersinar di MotoGP 2021, terutama di paruh kedua. Pecco bahkan menjadi batu sandungan terbesar Quartararo untuk menjadi juara pada musim lalu. Bagnaia mengakhiri musim lalu sebagai runner-up.

4. Motor Honda Mulai Kalah Saing

Marc Marquez vs Francesco Bagnaia (Foto: MotoGP)

Saat mendominasi kejuaraan, Marquez didukung motor Honda RC213V yang amat cepat. Akan tetapi, kuda besi dari pabrikan lain sudah mampu menyaingi atau bahkan lebih baik ketimbang RC213V.

Meski juara musim lalu adalah Quartararo dengan motor Yamaha YZR-M1, kuda besi Ducati Desmosedici justru yang menjadi bintang. Bagaimana tidak, Desmosedici tampil amat kompetiti bersama Bagnaia, Jack Miller, Johann Zarco, dan Jorge Martin. Selain kedua motor itu, ada juga Suzuki dengan GSX-RR yang tampil tidak kalah bagus pada musim lalu.

3. Fabio Quartararo Mulai Melejit

Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

Quartararo sudah jadi perbincangan hangat sejak debut di MotoGP pada musim 2019. Pada musim debutnya, pembalap Prancis itu langsung menyabet gelar Rookie of the Year.

Performa El Diablo pun makin bagus pada dua musim berikutnya hingga bisa menjadi juara di MotoGP 2021. Jadi, Quartararo tengah berada di performa terbaiknya sekarang. Jika ditopang dengan motor yang kencang, Quartararo bisa makin mendominasi MotoGP.

2. Cedera Berkepanjangan

Marc Marquez (Foto: MotoGP)

Sebagaimana diketahui, dominasi Marquez di MotoGP luntur dalam dua musim terakhir karena cedera pada lengan dan bahu kanannya. Cedera itu bahkan menghambat karier Marquez.

Dia melewatkan hampir seluruh balapan di MotoGP 2021 karena mesti memulihkan diri. Pada musim lalu, dia juga melewatkan dua balapan pertama karena belum pulih total.

Saat mentas, Marquez masih merasakan sakit pada bahu dan lengan kanannya. Hal itu membuat performa Marquez naik-turun sepanjang musim lalu.

1. Masalah Penglihatan Ganda

Marc Marquez (Foto: MotoGP)

Seolah cedera pada bahu dan lengan kanan belum cukup, Marquez kembali menambah masalah pada tubuhnya di MotoGP 2021. Karena kecelakaan saat latihan motorcross, Marquez mengalami penglihatan ganda alias diplopia. Sekadar informasi, Marquez udah pernah menderita diplopia pada 2011, tetapi kali ini lebih parah.

Biasanya, penderita diplopia, yang tidak terlalu parah, bisa sembuh dengan terapi anti-edema dengan kortison. Akan tetapi, untuk diplopia Marquez, ada kemungkinan tidak bisa disembuhkan jika keadaannya benar-benar buruk, menurut dr Andrea Gerosa, ahli bedah saraf di Rumah Sakit Maggiore di Parma.

“Pada dasarnya ini adalah pertanyaan untuk memahami sejauh mana masalah saraf. Jika cederanya serius, tidak ada pemulihan. Jika itu adalah ketegangan, seperti yang sering terjadi, kondisinya membaik,” kata dr. Andrea Gerosa, dikutip dari Tuttomotoriweb.

“Tidak mungkin untuk mengatakan berapa lama, dibutuhkan dari beberapa hari hingga enam bulan. Setelah itu gambar sudah final. Fakta bahwa itu menyangkut mata yang sama adalah keadaan yang memberatkan. Terapi anti-edema diterapkan untuk otot, dengan kortison. Maka Anda perlu waktu,” tambah dokter tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini