“Kami smash enggak mati, mereka smash enggak mati juga, jadi gimana caranya kami bisa ambil poin. Pusing aja tadi rally 192 pukulan, ya begitulah ganda putri mainnya panjang. Kepala mau pecah main rally kayak gitu,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Apriyani. Pemain berusia 23 tahun tersebut merasa bukan hanya fisik yang harus tetap stabil di reli panjang seperti itu, tetapi juga fokus terhadap pukulan yang mereka lemparkan.
“Karena kan mereka tadi sudah ketat banget dan jarang melakukan kesalahan, dan ya balik lagi mereka jarang banget mati. Kami akui sih. Kalau reli panjang ya kaya gitu, sudah capek tapi harus selalu fokus sama pukulan,” tutup Apriyani.
(Rachmat Fahzry)