Share

Kepala Greysia/Apriyani Mau Pecah saat Reli 192 Pukulan dengan Matsuyama/Shida di Final Indonesia Open 2021

Bagas Abdiel, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 40 2508686 kepala-greysia-apriyani-mau-pecah-saat-reli-192-pukulan-dengan-matsuyama-shida-di-final-indonesia-open-2021-aEb4GTzsM5.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu beraksi di Indonesia Open 2021. (Foto/Badminton Photo)

NUSA DUA – Kepala Greysia Polii/Apriyani Rahayu terasa seperti mau pecah saat memainkan reli panjang dengan wakil Jepang, Matsuyama/Chiharu Shida pada final Indonesia Open 2021 di Bali Convention Center, Minggu (28/11/2021). Pasalnya, kedua memainkan reli panjang dan melelahkan dengan total 192 pukulan.

Greysia/Apriyani harus bermain selama satu jam 5 menit dengan hasil kurang memuaskan. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu menyerah dari Matsuyama/Shida dengan skor 19-21 dan 19-21.

Foto/Badminton Photo

Namun, salah satu permainan panjang yang menjadi sorotan adalah rally panjang di gim pertama pada kedudukan 17-16. Pasalnya di kedudukan itu terjadi 192 pukulan yang akhirnya dimenangkan Greysia/Apriyani.

Baca juga: Hasil Final Indonesia Open 2021: Marcus/Kevin Raih Titel Juara Setelah Bungkam Hoki/Kobayashi

Hanya saja, permainan reli panjang di kedudukan tersebut sangat melelahkan untuk pasangan peringkat enam dunia itu. Bahkan Greysia merasa kepalanya seperti mau pecah karena harus bermain dengan penuh tenaga.

Baca juga: Hasil Final Indonesia Open 2021: Viktor Axelsen Segel Gelar Juara Setelah Kalahkan Loh Kean Yew

“Jepang ini lawan yang ulet, mereka bukan cuma kuat tenaga dan mental, kami secara fisik harus dalam keadaan yang benar-benar fit. Kami tahu performa mereka tidak selalu on terus, kami harus recovery pukulan juga, apalagi ini ganda putri main rally-nya enggak mati2,” ungkap Greysia kepada awak media di Bali International Convention Centre, Minggu (27/11/2021).

“Kami smash enggak mati, mereka smash enggak mati juga, jadi gimana caranya kami bisa ambil poin. Pusing aja tadi rally 192 pukulan, ya begitulah ganda putri mainnya panjang. Kepala mau pecah main rally kayak gitu,” tambahnya.

Foto/Badminton Photo

Hal senada juga diungkapkan Apriyani. Pemain berusia 23 tahun tersebut merasa bukan hanya fisik yang harus tetap stabil di reli panjang seperti itu, tetapi juga fokus terhadap pukulan yang mereka lemparkan.

“Karena kan mereka tadi sudah ketat banget dan jarang melakukan kesalahan, dan ya balik lagi mereka jarang banget mati. Kami akui sih. Kalau reli panjang ya kaya gitu, sudah capek tapi harus selalu fokus sama pukulan,” tutup Apriyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini