4 Kali Juara Piala Thomas, Ini Final Paling Berkesan yang Dijalani Hariyanto Arbi

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 40 2492463 4-kali-juara-piala-thomas-ini-final-paling-berkesan-yang-dijalani-hariyanto-arbi-5VGkKfSgQk.jpg Hariyanto Arbi (tengah) bersamaa Kevin Sanjaya dan Mohammad Ahsan.

LEGENDA bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi pernah merasakan empat kali mengangkat trofi Piala Thomas. Keempat gelar Piala Thomas itu diraih Hariyanto pada edisi 1994, 1996, 1998, dan 2000.

Tentu menarik untuk mengetahui dari keempat gelar juara Piala Thomas tersebut, edisi mana yang paling berkesan untuk pebulu tangkis dengan julukan smash 100 watt itu. Mendapatkan pertanyaan itu, Hariyanto pun menjawab cepat bahwa Piala Thoms 1994 menjadi momen di mana ia takkan melupakannya begitu saja.

Selain karena edisi 1994 adalah momen di mana Hariyanto berhasil merebut medali emas pertamanya di Piala Thomas, ia menyebut tahun tersebut berkesan karena lebih ke pengalaman yang dirasakannya. Hariyanto terharu karena masih diberikan kesempatan oleh pelatih untuk bermain di final hingga membantu Tim bulu tangkis Indonesia juara Piala Thomas 1994.

Baca Juga: Profil Hariyanto Arbi: Minder saat Masuk Pelatnas, Juara Dunia 1995 hingga Julukan Smash 100 Watt, Begini Kehidupannya Sekarang

Hariyanto Arbi saat masih berkarier sebagai pebulu tangkisa

“Tahun 1994 (jawaban Hariyanto saat ditanyai finaal Piala Thomas yang paling membekas). Karena sebelumnya sempat kalah di penyisihan dan semifinal, jadi mengira tidak akan diturunkan lagi. Apalagi sektor tunggal putra saat itu kuat. Ternyata malah dimainkan oleh pelatih,” kata Hariyanto Arbi dalam program Special Dialogue Okezone, Rabu (27/10/2021).

Pada final Piala Thomas 1994 yang berlangsung di Jakarta, tim Indonesia berjumpa Malaysia. Hebatnya pada saat itu Indonesia sanggup melibas Malaysia dengan skor telak 3-0 di final.

Hariyanto sendiri tampil sebagai tunggal pertama saat melawan Malaysia di final Piala Thomas 1994 dan sukses menghabisi lawannya pada saat itu, yakni Rashid Sidek dengan skor 15-6, 15-11. Bagi Hariyanto, kesempatan yang diberikan pelatih untuk bermain di final sangalah ia apresiasi.

Apalagi mengingat di babak penyisihan dan semifinal saat melawan Korea Selataan, Hariyanto gagal menyumbangkan poin untuk Indonesia. Pada momen melawan Korea Selatan di semifinal itu, Hariyanto yang turun sebagai tunggal kedua takluk dari Park Sung-woo dengan skor 16-17, 1-15.

Untungnya Tim bulu tangkis Indonesia menang dengan skro 4-1 atas Korea Selatan dan melaju ke final untuk berjumpa Malaysia. Pada saat mengetahui lawannya di final, Hariyanto langsung pesimis akana dimainkan.

Hariyanto Arbi bersama Kevin dan Ahsan

Pasalnya Hariyanto mengira pelatih tunggal putra Indonesia pada saat itu takkan memainkannya karena insiden kekalahan dirinya di babak penyisihan dan semifinal Piala Thomas 1994. Namun, tak disangka Hariyanto justru diminta bermain sebagai tunggal putra.

Untungnya Hariyanto bermain baik hingga mampu mengalahkan Rashid Sidek. Kemenangan yang diberikan Hariyanto itu seperti membuka keran kemenangan Indonesia di dua laga selanjutnya hingga akhirnya memenangkan Piala Thomas 1994.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini