Share

Gagal Bawa Indonesia Lolos ke Semifinal Piala Uber 2020, Ester Nurumi: Saya Mohon Maaf

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 40 2486718 gagal-bawa-indonesia-lolos-ke-semifinal-piala-uber-2020-ester-nurumi-saya-mohon-maaf-1TtK0erBNd.jpg Ester Nurumi Tri Wardoyo beraksi di Piala Uber 2020. (Foto/PBSI).

AARHUS – Ester Nurumi Tri Wardoyo memohon maaf karena gagal membawa Indonesia lolos ke semifinal Piala Uber 2020. Pada partai penentuan perempatfinal, dia takluk dari wakil Thailand, Pithayaporn Chaiwan.

Pebulutangkis kelahiran Jayapura itu harus menyerah dengan skor 23-25 dan 8-21. Laga berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat (15/10) dini hari WIB. Hasil itu membuat Indonesia kalah 2-3 dari Thailand.

Foto/Badminton Photo

Usai pertandingan, Ester mengaku lega karena tetap mendapat dukungan teman-temannya, walaupun dirinya kalah dan tidak mampu mengantarkan tim Uber Indonesia ke semifinal. Pebulutangkis berusia 17 tahun itu terus terang merasa kecewa karena tidak mampu menuntaskan tugas.

Baca juga: Kalah dari Thailand di Piala Uber 2020, Indonesia Gagal Tembus Semifinal Sejak 2010

"Saya lega dan rasanya bisa lebih tenang karena dukungan teman-teman," ucap Ester, dilansir dari rilis resmi PBSI, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Profil dan Biodata Ester Nurumi Tri Wardoyo, Pebulu Tangkis 17 Tahun Calon Tunggal Putri Andalan Indonesia

"Kecewa juga saya karena kalah dan tidak bisa menang di partai penentuan. Saya mohon maaf atas kekalahan saya," sambungnya.

Dia pun turut menceritakan mengapa dirinya gagal, terutama saat memimpin perolehan angka di posisi setting pada gim pertama, Ester mengaku kurang tenang. Dia juga buru-buru untuk segera mengakhiri pertandingan.

"Karena buru-buru, saya jadi kurang tenang. Maunya ingin cepat-cepat mematikan permainan lawan. Akhirnya malah membuat kesalahan. Beberapa kali permainan netting saya tak sampai," ungkapnya.

Foto/PBSI

Sementara itu, Herli Djaenudin selaku pelatih tunggal putri, mengatakan bahwa kegagalan Ester di partai penentuan tidak lain karena faktor jam terbang. Mengingat, ajang ini merupakan debutnya dan dirinya juga masih minim pengalaman pertandingan internasional.

"Semua juga karena jam terbang Ester yang minim. Jadi belum memiliki pengalaman yang banyak untuk menghadapi di poin-poin kritis," ujar Herli. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini