Sekadar informasi, pria berusia 42 tahun ini diusung menjadi calon presiden (capres) oleh partainya, PDP-Laban. Partai tersebut juga pernah mengusung Rodrigo Duterte pada pemilihan presiden 2016 silam.
Namun, tampaknya perjalanan Pacquiao menjadi presiden tidak semudah itu. Banyak pertentangan dari masyarakat lokal lantaran Pacquiao hadir sebagai penantang anak Duterte.

Sementara itu, hubungan antara Duterte dengan Pacquiao akhir-akhir ini makin memburuk. Duterte, yang juga sebagai ketua partai ,bisa saja membatalkan rencana tersebut.
Meski begitu, sebelum memutuskan karier di dunia politik, Pacquiao diyakini akan lebih dulu menyelesaikan urusannya sebagai pentinju. Dia pun berada di persimpangan jalan dalam karier tinjunya. Dia punya dua pilihan, yaitu terus bertinju atau pensiun setelah kalah dari Ugas.
(Andika Pratama)