Share

Keok dari Anthony Sinisuka Ginting di Olimpiade Tokyo 2020, Anders Antonsen Sudah Punya Firasat

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 40 2458941 keok-dari-anthony-sinisuka-ginting-di-olimpiade-tokyo-2020-anders-antonsen-sudah-punya-firasat-Q7mHGXvLOo.jpg Anthony Sinisuka Ginting bersama Anders Antonsen di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

AARHUS – Pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark, Anders Antonsen, harus menelan pil pahit di pentas Olimpiade Tokyo 2020. Antonsen gagal merebut medali karena tumbang dari pemain Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, di babak perempatfinal.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga set itu, Antonsen menyerah dengan skor 18-21, 21-15, dan 18-21. Ternyata, Antonsen telah memiliki firasat akan kalah dari Ginting sebelum pertandingan berakhir.

Anders Antonsen

Hal itu diungkapkan oleh Antonsen di kanal Youtube pribadinya yang bernama persis seperti nama aslinya. Dalam video yang diunggahnya, dia terlihat bersama Hans-Kristian Vittinghus dan sedang membicarakan penampilannya di Tokyo 2020 kemarin.

Antonsen mengatakan dia sebenarnya tidak bermain dengan buruk dan nyaris menang saat melawan Ginting. Menurutnya, itu adalah pertandingan yang seru dan mereka berdua saling menekan sampai set terakhir.

“Saya pikir dipertandingan saat saya kalah dari Ginting, saya bermain bagus meskipun itu memang mengecewakan. Tapi saya nyaris menang dan kita saling menekan di pertandingan itu,” kata Antonsen.

BACA JUGA: Anthony Ginting Belum Puas hanya Raih Medali Perunggu di Olimpiade Tokyo 2020

Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu mengapresiasi permainan Ginting yang bisa membalikkan keadaan saat tertinggal. Namun, dia sudah memiliki firasat akan kalah di set ketiga pada momen Anthony Ginting terlihat bangkit dan sangat bersemangat.

BACA JUGA: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Prediksi Anthony Ginting atau Jonatan Christie Sabet Emas di Olimpiade Paris 2024

Menurutnya, pebulutangkis asal Indonesia itu benar-benar bermain luar biasa. Ginting berubah total setelah gagal melakukan smash sebanyak dua kali. Dia terus melakukan banyak serangan yang sukses sampai akhirnya memenangkan pertandingan.

“Pertama, saya pikir kita harus mengapresiasi ginting karena dia bisa mengambil kesempatan untuk membalikkan keadaan,” ujar pria yang lahir pada 27 April 1997 itu.

“Saya punya perasaan buruk ketika saya unggul 12-11 di set ketiga dan Ginting punya dua smash yang melebar. Setelah itu dia terlihat meledak-ledak, bermain dengan luar biasa dan sukses melakukan banyak serangan. Saat itulah saya sepintas berpikir pertandingan ini pasti akan dimenangkan olehnya,” imbuhnya.

Antonsen bukannya menyerah ditengah jalan, namun dia berpikir seperti itu karena melihat Ginting sangat bersemangat dan berbahaya. Rekan satu negara Victor Axelsen itu mengaku menonton pertandingan itu berkali-kali dan tetap memuji penampilan luar biasa lawannya itu.

Anthony Sinisuka Ginting

“Saya tahu saya bisa melakukan sesuatu tapi dia sedang bersemangat dan berbahaya. Saya menonton itu berkali-kali dan tetap berpikir dia bermain dengan sangat luar biasa,” jelas atlet bertinggi 183 cm itu.

“Itu adalah kekalahan paling tipis yang saya alami dari Ginting dibandingkan tiga kekalahan sebelumnya. Untungnya, saya dan Ginting masih muda, jadi saya yakin akan ada banyak kesempatan untuk mengalahkannya suatu saat nanti,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini