Cerita Eko Yuli Penasaran Ingin Raih Emas di Olimpiade

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 43 2458539 cerita-eko-yuli-penasaran-ingin-raih-emas-di-olimpiade-O6Uj3CfW9y.jpg Eko Yulli meraih medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Reuters)

JAKARTA – Atlet angka besi jagoan Indonesia, Eko Yuli Irawan, terus menorehkan prestasi di ajang Olimpiade. Dari empat edisi yang diikutinya, Eko selalu berhasil membawa pulang medali.

Medali pertama yang diraih Eko Yuli di ajang Olimpiade itu ketika ia tampil di Beijing (2008) dengan membawa medali perunggu, lalu perunggu kedua diraihnya saat tampil di London (2012).

Selanjutnya prestasi Eko berkembang di Rio de Janeiro (2016) dengan meraih medali perak dan terakhir di Tokyo (2020) lagi-lagi ia membawa pulang perak. Semua itulah yang menjadikan Eko disebut sebagai spesialisasi peraih medali Olimpiade dari cabang olahrag (cabor) angkat besi.

Foto/Okezone

Tentunya banyak yang penasaran apa rahasia di balik keberhasilannya tersebut. Apakah sejak awal memang berniat untuk menjadi seorang peraih medali di ajang Olimpiade atau itu semua mengalir begitu saja? Eko lantas menjawab rasa pertanyaan banyak orang tersebut di acara Special Dialogue bertema Indonesia Sehat, Ekonomi Kuat yang ditayangkan di TikTok Okezone pada Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Sempat Positif Covid-19 Jelang ke Jepang, Eko Yuli Irawan Deg-degan di Olimpiade Tokyo 2020

Dalam kesempatan di acara Special Dialogue itu, Eko mengaku sebenarnya awal mula latihan menjadi seorang lifter, ia tak pernah menargetkan meraih medali di Olimpiade. Namun, semua itu berubah saat Eko menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Baca juga: Karena Positif Covid-19, Eko Yuli Irawan Hampir Gagal ke Olimpiade Tokyo 2020

Pada saat membawa pulang medali emas dari Kejurnas Remaja di Jawa Barat pada 2002 dan Kejurnas Angkat Besi pada 2003, Eko merasa tak terlalu mendapatkan apresiasi. Tentunya Eko kaget karena ia mengira bisa membawa pulang medali, maka bakal memberikannya uang untuk membantu orang tuanya.

Lalu pada saat itu sang pelati memberitahukan Eko jika memang ingin menghasilkan sesuatu dari cabor angkat besi, maka raihlah medali di Olimpiade, Sejak saat itu, tekad Eko untuk meraih medali di Olimpiade semakin besar.

Gara-gara alasan itu, kini Eko sudah mengantongi empat medali Olimpiade. Ia pun merasakan langsung efek dari keberhasilannya tersebut dan merasa sangat bersyukur.

“Awal-awal latihan itu tak terpikirkan (untuk menargetkan medali). Tapi setelah mendapat medali emas di Kejuaraan Nasional saat itu baru ada (target meraih medali di Olimpiade). Karena memang pelatih pada saat itu bicara, kalau mau membantu orang tua ya harus meraih medali di Olimpiade, karena mendapatkan apresiasi,” ujar Eko.

Foto/Reuters

“Saya sendiri anak pertama, dengan kondisi orang tua yang pas-pasan. Di kejuaraan nasional dapat medali emas kok tidak dapat apa-apa. Pelatih pada saat itu pun bilang bahwa kalau mau mendapat apresiasi ya harus medali emas di Olimpiade,” sambungnya.

“Alhamdulillah dengan perjalanan ini saya tidak berjalan sendiri. Ada pelatih, pengurus, pembina, yang mempersiapkan saya, dan saya pun bertemu dengan banyak orang-orang baik. Sehingga itu semua menjadi jalan saya hingga seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, Eko pun masih penasaran untuk meraih medali emas di Olimpiade, karena itu ia berniat ikut ke Olimpiade Paris 2024. Target Eko pun kini sudah berubah, ia mau membuat lagu Indonsia Raya berkumandang di pesta olahraga empat tahunan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini