Ancaman Badai Berpotensi Ganggu Jadwal Olimpiade Tokyo 2020

Antara, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 02:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 43 2445855 ancaman-badai-berpotensi-ganggu-jadwal-olimpiade-tokyo-2020-oDJPJlvXrP.jpg Nuansa upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

TOKYO – Wilayah Tokyo, Jepang, yang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, harus dihadapkan dengan tantangan baru dalam menyelenggarakan event olahraga empat tahunan itu. Setelah virus Covid-19 yang membuat penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 tertunda setahun, kini ada ancaman badai yang berpotensi mengganggu jadwal sejumlah pertandingan.

Ya, Tokyo bersiap menghadapi badai yang mulai mengganggu jadwal kompetisi pekan ini. Meski begitu, para peselancar telah mengantisipasi cuaca yang lebih buruk dengan tenang.

Rio Waida

Pola cuaca musim panas Jepang yang panas, basah, dan tidak stabil telah menjadi perhatian jelang Olimpiade, yang diadakan di bawah keadaan darurat Covid-19, setahun setelah ditunda.

Sejauh ini, dikutip dari Reuters, badai tropis Nepartak tampaknya tidak akan membahayakan ibu kota Jepang, bahkan diperkirakan akan melemah pada saat badai tersebut melanda Tokyo diperkirakan pada Selasa.

Namun, kemungkinan hujan dan angin akan diikuti panas yang hebat. Hal ini menyebabkan seorang pemanah Olimpiade jatuh pingsan dan para pemain skateboard mengeluhkan kondisi yang tak tertahankan pada pukul 09/00.

Panas terik pada Juli di Tokyo dengan suhu tinggi sekira 35 derajat Celsius yang berpadu dengan suhu lembab, mendorong penyelenggara untuk memindahkan acara maraton ke utara Jepang ke Hokaido.

BACA JUGA: 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Pilih Bela Negara Lain, Nomor 1 Bela Azerbaijan di Olimpiade Tokyo 2020

Badai menuju pantai timur Jepang berisiko meningkatkan tingkat limbah untuk olahraga air di Teluk Tokyo, jika membanjiri sistem drainase yang berusia seabad.

Tingkat berbahaya memaksa pembatalan para-triathlon dua tahun lalu di perairan tersebut saat menjadi tuan rumah acara renang triathlon dan maraton.

BACA JUGA: Menolak Lawan Atlet Israel di Olimpiade Tokyo 2020, Pejudo Aljazair Terancam Kena Sanksi

Event dayung yang akan digelar pada Selasa juga menjadi terganggu, dengan pertandingan dijadwalkan ulang. Acara dayung Senin telah dipindahkan ke Minggu untuk mengantisipasi badai.

Direktur Olahraga Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kit McConnell, mengatakan angin akan menjadi masalah umum yang dibawa badai tersebut.

"Terkadang angin tidak cukup untuk berlayar dan mengganggu untuk mendayung," katanya. "Ini adalah bagian normal dari setiap Olimpiade."

Sementara itu, peselancar tidak terganggu dengan adanya badai.

Melani Putri/Mutiara Rahma Putri

"Akan ada ombak yang bagus, ada topan kuat di sini di lepas pantai Jepang dan kita tahu bahwa ombaknya semakin besar," kata Presiden Asosiasi Selancar Internasional Fernando Aguerre.

Beberapa pertandingan di Piala Dunia Rugbi 2019, yang digelar pada musim topan Jepang, dibatalkan karena badai. Nepartak, badai tropis yang saat ini ada di Pasifik, menuju barat laut ke Iwaki, sekitar 200 km dari Tokyo.

Badan Meteorologi Jepang memperkirakan 80 persen kemungkinan hujan pada hari Selasa, dengan angin yang agak kencang, menurunkan suhu tinggi hingga 27 derajat Celsius, yang tadinya diperkirakan 32 derajat Celsius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini