3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Pilih Bela Negara Lain, Nomor 1 Bela Azerbaijan di Olimpiade Tokyo 2020

Andika Pratama, Jurnalis · Minggu 25 Juli 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 40 2445657 3-pebulu-tangkis-indonesia-ini-pilih-bela-negara-lain-apa-alasannya-eZMeTn6wOk.jpg Ade Resky Dwicahyo saat membela Indonesia pada 2016 silam (Foto: PBSI)

PEBULU Tangkis Indonesia ini pilih bela negara lain ketimbang tanah kelahirannya. Tentu, bukan perkara mudah untuk memutuskan hal tersebut.

Namun, keputusan besar telah dibuat para pebulu tangkis ini demi mengukir prestasi di level dunia. Sebab, jika bertahan di Indonesia, mereka akan bersaing dengan banyak pebulu tangkis hebat yang membuat bakat mereka tidak terlihat.

Berikut tiga pebulu tangkis Indonesia yang membela negara lain:

3. Danny Bawa Chrisnanta (Singapura)

Danny Bawa Chrisnanta (Foto: Twitter/@dannychrisnanta)

Danny Bawa Chrisnanta membela Singapura dalam setiap turnamen yang diikutinya dalam beberapa tahun tarakhir ini. Akan tetapi, dia sejatinya adalah orang Indonesia asli yang lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 30 Desember 1988.

Danny memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan pada 2013 silam. Sejak itu, Danny menjadi salah satu andalan Singapura di sektor ganda putra dan ganda campuran. Danny pun mengukir beberapa prestasi bergengsi hingga saat ini.

2. Setyana Mapasa (Australia)

Setyana Mapasa (Foto: Reuters)

Setyana Mapasa kini membela Australia di nomor ganda putri pada berbagai turnamen bulu tangkis dunia. Sejak 2014, Setyana dinaturalisasi sehingga menjadi warga negara Australia sekarang.

Sebelum menjadi WNA (Warga Negara Asing), Setyana pernah masuk pelatnas PBSI junior. Akan tetapi, cedera membuat karier wanita kelahiran Minahasa, Sulawesi Utara, 15 Agustus 1995 ini, tidak berkembang.

Sejak menjadi warga negara Australia, Setyana memiliki karier cukup bagus di dunia bulu tangkis. Turun di sektor ganda putri bersama Gronya Somerville, Setyana telah mengukir beberapa prestasi bergengsi.

Setyana/Gronya kini tengah berjuang untuk Australia di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka berada di grup C bersama Lee Sohee/Shin Seungchan (Korsel), Du Yue/Li Yin Hui (China), dan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark).

1. Ade Resky Dwicahyo (Azerbaijan)

Ade Resky Dwicahyo (Foto: PBSI)

Ade Resky Dwicahyo lahir di Indonesia, 13 Mei 1998 silam. Ade sempat menembus pelatnas PBSI Junior. Dia pun pernah tampil di Kejuaraan Junior Asia dan Kejuaraan Dunia Bulutangkis pada 2016, tetapi gagal mempersembahkan gelar.

Setelah itu, pada 2017, Ade mendapatkan proposal untuk membela Azerbaijan. Ade pun menerima proposal itu demi berprestasi di level dunia dan main di Olimpiade. Jika tetap bermain untuk Indonesia, bakat Ade kemungkinan besar tidak kelihatan karena persaingan ketat dengan pebulu tangkis lainnya.

Sekarang, Ade tengah berjuang untuk mengharumkan nama Azerbaijan di Olimpiade Tokyo 2020. Ade tergabung di Grup L bersama Anders Antonsen (Denmark) dan Nguyen Tien Minh (Vietnam).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini